Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » BUMN
Senin, 14/04/2008 17:01 WIB
Privatisasi KS cenderung lewat IPO
oleh : M. Munir Haikal
JAKARTA: DPR cenderung memilih privatisasi PT Krakatau Steel dilakukan melalui penawaran saham perdana (initial public offering).
Anggota Komisi XI DPR Dradjad HA Wibowo mengakui terdapat beberapa anggota Panja Privatisasi yang mengusulkan strategic sale.
“Ada beberapa anggota yang mengusulkan penjualan strategis. Tetapi dalam pembahasan internal panja, usulan tersebut ditolak karena tidak sesuai dengan kepentingan negara,” ujarnya hari ini.
Dia menjelaskan Komisi XI belum menggelar rapat mengenai keputusan skema privatisasi KS.
Dradjad menyambut baik masuknya Arcelor-Mittal yang menunjukkan Indonesia mempunyai potensi dalam tambang mineral bahan baja dan industri hilirnya.
“Namun, investasi sebaiknya merupakan penanaman modal baru, bukan akuisisi.”
Dia mengingatkan kerja sama strategis antara Arcelor-Mittal dengan KS dan PT Aneka Tambang Tbk merupakan langkah awal untuk akuisisi terhadap BUMN.
“Pada tahap awal, kendali teknologi dan bahan baku akan dipegang oleh Mittal tetapi setelah itu kendali manajemen dan kendali kepemilikan dikuasai oleh mereka.”
Dradjad mengkhawatirkan Mittal bisa mendapatkan KS dengan harga di bawah true value BUMN itu.
Dia mengingatkan dana pengembangan untuk KS bisa diperoleh melalui penawaran saham perdana di pasar modal.
“Lebih baik kalau Mittal masuk denagn investasi secara langsung atau membeli Texmaco yang sekarang dikelola oleh PT Perusahaan Pengelola Aset.” (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- AP I dan AP II merger
- Menneg BUMN fit and proper test calon direksi Perum Pegadaian
- LPJKN tolak penunjukkan langsung BUMN
- Tamim: Batalkan penjualan Krakatau Steel
- Sofyan: Penjualan KS lewat strategic sales