SURABAYA (Antara): Presiden Direktur Maspion Groups Alim Markus menjamin tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal kendati krisis keuangan global telah mengakibatkan sejumlah anak perusahaan mengalami kerugian.
"Situasi ekonomi sekarang memang berat, tetapi kami memastikan tidak akan ada PHK massal," katanya di Surabaya, hari ini.
Kalau pun pihaknya menempuh langkah efisiensi, lanjutnya, yang dilakukan tidak akan berkaitan dengan masalah tenaga kerja. "Efisiensi tetap kami lakukan, tetapi bukan pada tenaga kerja," kata bos industri alat-alat rumah tangga yang mempekerjakan 20.000 orang karyawan itu.
Selain diterpa krisis keuangan global, Maspion Groups juga dibebani oleh kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur pada 2009 rata-rata 17%.
Gugatan perdata yang dilayangkan Alim Markus selaku Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur terkait surat keputusan Gubernur Jatim tentang penetapan UMK ditolak Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Surabaya. "Kami tetap mematuhi putusan itu, apapun risikonya yang bakal kami tanggung," ujarnya.
Pada 2008 anak perusahaan Maspion, PT Alumindo Light Metal Industry (ALMI) Tbk mengalami kerugian hingga mencapai Rp92 miliar. "Kerugian itu disebabkan menurunnya nilai rupiah sebagai dampak dari krisis ekonomi global pada tahun 2008," kata Direktur Eksekutif ALMI, Alim Satria.
Akibat kerugian tersebut, laba bersih produsen aluminium lembaran itu tinggal Rp5 miliar. Padahal, laba bersih pada 2007 mencapai Rp32 miliar.
Krisis ekonomi global itu juga telah mengakibatkan penurunan kuantitas penjualan, yang terlihat mulai kuartal keempat 2008 dan kuartal pertama 2009. "Penurunan ini terutama terjadi di pasar ekspor, khususnya AS yang merupakan pasar ekspor utama perseroan," katanya.
Pada 2008, sebanyak 62% dari kuantitas penjualan berasal dari ekspor ke manca negara, sehingga menurut Alim, perusahaannya sangat terpukul krisis global.
Nasib yang sama juga menimpa PT Indal Aluminium Industry Tbk, anak perusahaan Maspion. "Krisis keuangan global telah mengakibatkan permintaan produk kepada kami terus menurun," kata Alim Prakasa selaku Direktur Eksekutif perusahaan yang bergerak di bidang aluminium ekstrusi itu.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »