Hadapi ACFTA, Kemenperin genjot restrukturisasi mesin

Selasa, 09/02/2010 20:11:07 WIBOleh: Yusuf Waluyo Jati
JAKARTA (Bisnis.com): Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengandalkan program restrukturisasi mesin untuk mengangkat daya saing di tiga sektor industri dalam menghadapi liberalisasi pasar Asean – China (ACFTA).

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Kemenperin Ansari Bukhari menjelaskan saat ini prioritas program restrukturisasi tersebut dilakukan untuk tiga sektor industri yakni gula, tekstil dan produk tekstil (TPT) dan alas kaki.

“Salah satu faktor penentu daya saing adalah teknologi. Restrukturisasi permesinan di tiga sektor itu akan meningkatkan efisiensi sehingga dapat menekan biaya produksi. Kondisi ini sangat dibutuhkan pada saat ACFTA diimplementasikan agar daya saing industri tetap terjaga,” katanya kepada bisnis.com, hari ini.

Menurut Ansari, dampak ACFTA paling berat akan dialami oleh industri TPT subsektor garmen (pakaian jadi) skala industri kecil menengah (IKM) dan alas kaki kaki yang mengandalkan penjualan di pasar dalam negeri.

“Kalau yang berorientasi ekspor, mungkin masih bisa bersaing karena pasar masih bagus. Ekspor TPT tetap meningkat, bahkan bisa jadi lebih baik dibandingkan dengan tahun kemarin,” katanya.

Meski demikian, lanjutnya, hasil peningkatan daya saing dan efisiensi dengan restrukturisasi mesin baru bisa dinikmati dalam jangka panjang.

“Dalam jangka pendek, pemerintah akan mengoptimalkan safeguard [instrument pengaman perdagangan] terhadap produk China yang dianggap mengganggu,” tuturnya.

Direktur Jenderal IKM Kemenperin Fauzi Aziz mengatakan anggaran program restrukturisasi mesin IKM pada 2009 sejauh ini hanya terserap 23,08% atau Rp3 miliar dari total pagu Rp13 miliar dan nilai yang sama untuk tahun ini. (fh)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika