Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Manufaktur
Rabu, 23/04/2008 20:07 WIB
KTMB Malaysia minati kanvas rem komposit RI
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA: Jawatan kereta api Malaysia, Kereta api Tanah Melayu Berhard (KTMB) jajaki pembelian produk kanvas rem komposit kereta api produk Indonesia yang memiliki harga lebih kompetitif di pasaran ketimbang produk Argentina dan Australia.
"Pekan lalu pihak KTMB sudah mengunjungi pabrik rem komposit kami di kawasan Gunung Putri, Bogor dan melihat langsung tekhnologi pembuatan blok rem komposit kereta api berbasis polimer. Diharapkan dalam waktu dekat kami akan melakukan MOU untuk realisasi memasok sedikitnya 400 ribu unit kanvas rem kereta api ke negara itu," kata Agung Suryadi Pamenang, direktur utama PT Magnus Composite International, hari ini.
Menurut Agung, satu gerbong kereta api membutuhkan 8 unit kanvas dan satu rangkaian gerbong sedikitnya memerlukan 40 kanvas rem. Ketertarikan KTMB untuk memanfaatkan produk RI ini selain faktor harga, juga lebih ringan hanya 2,4 kg sehingga mudah dipasang dan tidak membutuhkan banyak tenaga.
"Selama ini baik jawatan kereta api di Indonesia maupun Malaysia memakai blok rem metalik (cast iron) yang setiap bulan harus diganti, sementara umur ekonomis produk blok rem komposit kami tiga kali lebih lama dari cast iron jadi bisa dipakai selama tiga bulan," kata Agung.
Selain itu, pada saat pengereman, produk unggulan RI ini tidak menimbulkan percikan api sehingga tidak berbahaya pada penggunaan kereta parcel untuk mengangkut minyak maupun batu bara.
Menurut Agung, kesadaran pemerintah Malaysia untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan tinggi oleh karena itu perusahaan seperti KTMB kini justru melirik produk buatan Indonesia yang berbasis polimer.
"Kalau masih menggunakan bahan komposit yang berbasis metal kita harus hati-hati karena sangat dimungkinkan bahan ferrous yang mengandung bahan beracun seperti Plumbum (Pb), Chrome dan zink dalam bentuk oksida berbahaya dan berdampak negatif pada lingkungan," tambahnya.
Sementara komposit berbasis polimer tidak mengandung asbestos dan logam berat sehingga dapat dijamin bebas dari senyawa yang berbahaya itu. Seratnya juga digunakan aramid dan serat alam. Blok rem komposit ini di Indonesia sendiri baru dikenal sejak tahun 1997 menggantikan blok rem metalik (cast iron) yang dipasok dari luar negri.
PT MCI yang dipimpinnya selama ini menjadi pemasok blok rem komposit untuk PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) sehingga membuat BUMN itu dapat melakukan penghematan biaya operasionalnya. Produknya telah mendapatkan sertifikasi TKDN dari PT SURVEYOR INDONESIA dengan tingkat komponen dalam negeri sebesar 90%.
"Setahu kami baru dua perusahaan lokal yang memproduksi suku cadang untuk kereta api ini. Kami berharap bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi "Hitech Composite Material Products," kata Agung.
Dia berharap produknya ini bisa dibanggakan Indonesia sebagai komoditi ekspor untuk menambah devisa negara dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor industri manufaktur karena bukan hanya digunakan untuk kereta api tetapi juga otomotif bahkan rem pesawat dan tank.
bisnis.com
Berita Lain
- Toyota turunkan prediksi penjualan
- Toyota siapkan Kijang generasi ke-6
- Samsung bidik UKM untuk jual printer
- Tossa ragukan niat Huayu Wijaya beli pabriknya
- Toyota naikkan harga 2 mobil hibrida