Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Manufaktur


Selasa, 15/07/2008 17:50 WIB

Infrastruktur hambatan utama industri

oleh : Dwi Wahyuni

SURABAYA (bisnis.com): Menperin Fahmi Idris menegaskan hambatan terbesar yang dihadapi industri saat ini adalah infrastruktur termasuk fasiltas jalan, pelabuhan serta pasokan energi yang semakin minim.

Pemerintah, lanjut Fahmi, mengakui saat ini kondisi industri di dalam negeri sedang menghadapi berbagai hambatan yang cukup berat. Bukan saja masalah berkurangnya pasokan energi listrik, gas dan BBM tetapi juga minimnya sejumlah fasilitas pelabuhan serta akses jalan tol.

"Padahal, pelabuhan dan akses jalan itu sangat penting di dalam mendukung kelanjutan berusaha di Indonesia khsusnya terkait dengan kegiatan ekspor," ujar Fahmi pada acara Forum Komunikasi Depperin dengan pengusaha se-Jatim.

Menperin memberikan contoh kawasan industri di Jababeka yang jaraknya hanya 40 km dari Pelabuhan Tanjung Priok, namun tingkat rasio tempuhnya hanya 1,5 kali. Dibandingkan dengan Thailand, kawasan industri serupa yang berjarak 80 km dari pelabuhan jalan tingkat rasionya tempuhnya bisa 5,5 kali karena infrastruktur jalannya bagus.

Kawasan Industri Jababeka tidak sendirian, kawasan industri di Sidoarjo dan Pasuruan juga mengalami hal serupa setelah adanya bencana lumpur Lapindo. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jatim Sherlina Kawilarang mengatakan pengusaha tidak mempermasalahkan bencana lumpur itu berstatus bencana alam atau Lapindo.

"Pengusaha hanya minta jalan tol Gempol yang rusak itu segera diganti, sebab sampai saat ini beritanya tetap berputar-putar di masalah pembebasan lahan," ujarnya.

Menurut dia, kemacetan di jalan Raya Porong telah menaikkan tingkat rasio tempuh pengiriman barang dari kawasan industri ke Pelabuhan Tanjung Perak. Saat ini rasio tersebut sudah mencapai 1,3 kali. Padahal, kata Sherina, jalan tol Gempol yang rusak itu hanya 10 km jauh lebih pendek dibanding tol Cipularang.

"Kalau di tol Cipularang bisa dibangun dalam waktu dua tahun, masa tol Gempol tidak bisa lebih cepat," tuturnya. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Industri tunggu petunjuk teknis SNI 2052
  • Kunjungan ke diler Harley meningkat
  • ICI Dulux luncurkan Pentalite Light & Space
  • Pindad tuntaskan 10 panser APC
  • RI patok produksi 1 juta mobil pada 2011
  • Toyota turunkan prediksi penjualan
  • Toyota siapkan Kijang generasi ke-6
  • Samsung bidik UKM untuk jual printer
  • Tossa ragukan niat Huayu Wijaya beli pabriknya

Komentar

Beri Komentar