Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Manufaktur
Rabu, 16/07/2008 19:44 WIB
Toyota gencarkan kampanye nyetir cerdas bagi wanita
oleh : Siti Munawaroh
JAKARTA (Bisnis.com): PT Toyota Astra Motor (TAM) menggencarkan kampanye perilaku berkendara yang baik dan cerdas bagi kaum wanita, yang dikemas dalam program Smart Driving for Smart Women (SDSW).
Saat ini, pengendara wanita di jalan raya masih menjadi golongan minoritas dibandingkan dengan pengendara laki-laki yang jumlahnya jauh lebih banyak. Selain itu, kaum wanita kerap mendapat stereotipe negatif dari masyarakat atas kemampuan dan ketrampilan dalam mengemudi kendaraan. Meski belum ada penelitian mengenai perilaku berkendara yang kurang baik oleh kaum wanita dan laki-laki dan struktur angka kecelakaan lalu lintas berdasarkan gender pengemudi, namun jumlah kecelakaan di jalan raya dari tahun ke tahun terus meningkat.
Manajer Komunikasi PT TAM Achmad Rizal mengatakan program SDSW merupakan bagian dari program corporate sosial responsibility (CSR) Toyota untuk menekan angka kecelakaan di jalan, menghemat bahan bakar dan mencegah tindak kriminal di jalan.
"Program ini sebenarnya telah dilakukan sejak 2005 kepada pemilik loyal mobil Toyota, diler dan generasi muda. Kami terus memperluas program untuk meningkatkan kesadaran dan menjaga keselamatan serta kenyaman berkendara," katanya dalam jumpa pers disela-sela Indonesia International Motor Show (IIMS) 2008, hari ini.
Rizal mengatakan program SDSW dinilai penting mengingat 95% kecelakaan disebabkan faktor manusia dan jumlah pengemudi wanita saat ini terus meningkat. Hal ini setidaknya tercermin dari pemilikan mobil Toyota Yaris dan Vios, saat ini perbandingan antara pemilik wanita dan laki-laki mencapai 60:40 dan 50:50. Untuk mendukung program ini, TAM menobatkan artis Sandra Dewi sebagai duta program SDSW.
Perilaku berkendara yang baik (smart driving) adalah perilaku mengemudi yang memadukan defensif driving dengan safety driving. Jika defensif driving erat kaitannya dengan perilaku atau kebiasaan dalam berkendara yang menggunakan pendekatan mental, sedangkan safety driving lebih erat dengan keterampilan atau ketangkasan dalam berkendara.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- GM Thailand ikut setop produksi
- AISI prediksi pasar motor 2009 hanya 4 juta unit
- Hyundai incar predikat produsen mobil teririt
- Isuzu dan Mazda rumahkan 2.700 pekerja
- Meski krisis, AISI tetap gelar pameran motor