Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Manufaktur


Rabu, 13/08/2008 17:14 WIB

Pabrik Meratus Jaya dibangun 10 November

oleh : John Andhi Oktaveri

JAKARTA: Pemancangan tiang pertama pabrik pengolahan bijih besi PT Meratus Jaya Iron and Steel dengan nilai investasi US$60 juta kapasitas produksi 315.000 ton per tahun akan dilakukan 10 November.

Dirut PT Krakatau Steeel Fazwar Bujang bersama Dirut PT Antam Arwinsyah Lubis seusai mengikuti rapat pembangunan pabrik baja di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkapkan hal itu di Jakarta hari ini.

PT Meratus Jaya Iron and Steel merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (KS) dan PT Antam Tbk yang dibentuk pada akhir April lalu dengan komposisi kepemilikan saham masing-masing 66% dan 34%.

Fazwar mengatakan pabrik seluas 200 hektare yang berlokasi di wilayah Batu Licin Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, itu ditargetkan sudah mulai berproduksi pada Mei 2010. Dengan selesainya pabrik pengolahan bijih besi itu, ujar dia, kontribusi pasokan bahan baku dari Meratus terhadap PT Krakatau Steel akan mencapai 15%.  

“Begitu sudah dilakukan grounbreaking 10 November, engineering, procurement maka diharapkan casting dan commissioning dilakukan Januari sampai April 2010 sehingga Insya Allah pada bulan Mei 2010 pabrik ini sudah beroperasi,” kata Fazwar yang juga didampingi Gubernur Kalsel Rudi Arifin.

Namun Fazwar mengatakan untuk tahap awal Meratus hanya akan menghasilkan besi spons, sedangkan peleburannya tetap dilakukan di Cilegon. “Dengan demikian nantinya kita juga akan bertahap menuju ke hilir sehingga bukan hanya besi spons tapi juga billet dan wire rod,” katanya.

Terkait soal pendanaan pembangunan pabrik, lebih jauh Fazwar menjelaskan bahwa dari dana sebesar US$60 juta itu, 30% di antaranya akan diperoleh dari dua perusahaan milik negara itu. Sedangkan sisanya sebesar 70% akan diperoleh dari pinjaman Bank BRI.

Pada bagian lain Fazwar menyebutkan setelah beroperasi pabrik tersebut menghasilkan gas buang yang bisa digunakan untuk pembangkit listrik. Menurut dia, pembangkit dengan kapasitas 30 Megawatt itu akan digunakan untuk keperluan pabrik dan sebagian lagi bagi masyarakat.

Dia juga menambahkan bahwa PT PLN telah menyatakan minatnya untuk membangun pembangkit listrik tersebut sekaligus menyalurkan listrik yang dihasilkan. “PLN sudah menyatakan minatnya untuk membangun power plant dan mendistribusikannya,” ujar dia.

Gubernur Kalsel Rudi Arifin mengatakan Pemprov Kalsel nantinya juga akan ikut memiliki perusahaan itu dengan nilai aset yang dihasilkan dari penyediaan lahan pabrik seluas 200 hektare. Dengan demikian nantinya saham Antam dan Krakatau Steel akan terdilusi.

“Investasi kita dengan menyertakan aset berupa lokasi sekitar 200 hektar yang merupakan penyertaan modal daerah,” katanya. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Omzet elektronik pada Oktober turun 5,7%
  • Epson incar ekspor printer senilai US$3,15 miliar
  • Daihatsu pangkas produksi mesin
  • Ford akan jual 20% saham di Mazda

Komentar

Beri Komentar