Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Manufaktur
Rabu, 20/08/2008 17:48 WIB
Samsung bidik 20% pasar printer laser
oleh : Kwan Men Yon
MAKASSAR (Bisnis.com): PT Samsung Electronics Indonesia menargetkan pangsa pasar di segmen printer laser bakal mencapai 20% tahun ini.
Product Manager Printer & Consumables PT SEIN Winny Windiarini mengatakan peluncuran sejumlah printer baru diharapkan dapat memacu pangsa Samsung yang tahun lalu diklaim sekitar 16% atau nomor dua terbesar di Indonesia. Samsung terutama menambah jenis produk di kelas low end guna menyasar segmen usaha kecil menengah (UKM) yang belakangan meningkat pesat.
"Berdasarkan riset Samsung, total market UKM untuk seluruh dunia naik 19%. Hampir semua negara mirip-mirip angkanya. Di Indonesia, 64% pasar printer adalah UKM,” katanya di Makassar, sore ini.
Winny menjelaskan ada kecenderungan penggunaan printer mulai beralih dari inkjet ke laser. Hal itu karena harga printer laser semakin murah mendekati banderol inkjet. Dia mengungkapkan Samsung memiliki produk unggulan di semua segmen pasar printer laser. Di segmen printer mono laser yang fungsinya hanya mencetak, misalnya, perseroan mengandalkan Samsung ML-1640 dan ML-2240 yang masing-masing mampu mencetak 16 halaman dan 22 halaman per menit.
"Segmen mono laser itu 80% dari total pasar printer laser. Jadi, kalau ingin menguasai pasar printer, harus mampu unggul di kelas mono,” papar Winny.
Menurut dia, permintaan terbesar di segmen UKM adalah printer yang mampu mencetak 11-30 halaman per menit.
Channel Sales Manager PT SEIN Dirgantara Budhi Prabowo mengatakan penjualan printer Samsung dilakukan melalui tiga kanal yakni business to business, outlet modern seperti hipermarket, dan toko-toko elektronik tradisional. Dia menyebut Samsung telah mempunyai 183 outlet servis printer resmi di seluruh Indonesia, dengan sebaran yang makin merata ke wilayah timur dan barat.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Isuzu dan Mazda rumahkan 2.700 pekerja
- Meski krisis, AISI tetap gelar pameran motor
- BASF berencana tutup 80 pabrik kimia
- Produksi baja Jepang turun 2,7%
- Krisis mulai tekan industri penunjang telematika