Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Manufaktur


Kamis, 21/08/2008 19:30 WIB

Pasok bahan baku ganjal industri media cetak

oleh : Rachmat Sujianto

SEMARANG (Bisnis.com): Pertumbuhan industri media cetak, percetakan dan grafis akan semakin berat menghadapi berbagai kendala menyusul lonjakan harga kertas terjadi hampir setiap tiga bulan dan sulitnya memperoleh pasokan bahan baku kertas.

Diperlukan langkah terobosan jitu untuk mengatasi krisis bahan baku kertas. Jika tidak, berdampak lebih lanjut pada tingkat pertumbuhan sektor percetakan dan grafis di masa mendatang. Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jateng Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan kertas masih merupakan komponen terbesar dalam industri percetakan, bahkan perkembangan semakin pesat baik dari sisi teknologi maupun nilai tambah produk.

"Kendala paling berat yang dihadapi industri media cetak maupun percetakan, yakni kenaikan harga kertas yang terus berlanjut dan hampir terjadi setiap tiga bulan sekali,” ujarnya, hari ini.

Harga kertas itu, lanjutnya, sangat berpengaruh hingga 60%, terhadap komponen harga bahan baku dasar untuk industri media cetak. Tahun ini kenaikan harga kertas terjadi pada April lalu, dan naik lagi pada Agustsus ini, bahkan diprediksikan akan naik lagi pada akhir 2008. Industri media cetak tidak memungkinkan untuk menaikkan harga jual pada kondisi sulit saat ini, karena daya beli konsumen masih stagnasi.

Kukrit Suryo mengatakan di Amerika Serikat lima industri media cetak terbesar telah memprediksikan delapan tahun ke depan pada 2017, mereka tidak akan melanjutkan usaha dan beralih ke digital news yang dapat di akses dengan teknologi modern seperti melalui televisi, telepon sululer dan lain sebagainya.

"Bisnis industri media cetak, percetakan dan grafika di Indonesia semakin berat, menginghat dua komponen biaya terbesar dalam pekerjaan percetakan yakni kertas dan tenaga kerja terus mengalami kenaikan,” katanya.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Omzet elektronik pada Oktober turun 5,7%
  • Epson incar ekspor printer senilai US$3,15 miliar
  • Daihatsu pangkas produksi mesin
  • Ford akan jual 20% saham di Mazda

Komentar

Beri Komentar