Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Manufaktur
Senin, 25/08/2008 16:51 WIB
Tossa ragukan niat Huayu Wijaya beli pabriknya
oleh : Imung Yuniardi
SEMARANG (Bisnis.com): PT. Tossa Shakti Group (TSG) meragukan kepastian pembelian pabrik miliknya sebagai bagian investasi di bidang perakitan mobil, oleh investor asal China, Huayu Wijaya.
"Memang beberapa waktu lalu mereka dengan diantar Badan Penanaman Modal (BPM) Jateng sempat melihat-lihat pabrik kami. Namun, sampai saat ini tidak kabar lagi," kata Royke Joenan, HRD & GA Corporate TSG. Menurut dia, selama ini sudah cukup banyak calon investor yang meminta izin mengecek kondisi pabrik kendaraan bermotor milik TSG di Kendal. Tetapi, tidak satu pun yang berakhir dengan keputusan bisnis.
Nunik Rahayu, Kabid Pengendalian dan Pengawasan BPM Jateng, pernah mengungkapkan Huayu Wijaya yang bergerak di bidang perakitan mobil, logam telah membuat persetujuan investasi tahun ini senilai Rp15 miliar. Perusahaan yang tertarik ke Jateng pasca Indonesian Regional Infrastructur Forum (IRIF) pada Mei di Jakarta ini, sedang mencari lokasi yang ideal.
"Ada beberapa kemungkinan, salah satunya sudah kita tawarkan Kendal. Namun, dia juga tertarik untuk membeli pabrik mobil milik Tossa yang juga ada di Kendal," tuturnya.
Royke menegaskan meski belum ada investor yang akhirnya memutuskan melakukan negosiasi pembelian, TSG tidak mempermasalahkannya. “Masih banyak unit usaha yang kami garap, mulai dari produksi sepeda motor yang relatif masih stabil hingga pabrik kaca yang produksinya terus meningkat,” ujarnya.
TSG Glass Division yang didirikan dengan investasi Rp1 triliun diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhir 2007. Produksi pabrik kaca tersebut saat ini telah mencapai kapasitas maksimal, yaitu 900 ton per hari. Separuh dari jumlah produksi tersebut untuk komoditi ekspor.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Isuzu dan Mazda rumahkan 2.700 pekerja
- Meski krisis, AISI tetap gelar pameran motor
- BASF berencana tutup 80 pabrik kimia
- Produksi baja Jepang turun 2,7%
- Krisis mulai tekan industri penunjang telematika