Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Manufaktur


Senin, 25/08/2008 17:53 WIB

Samsung bidik UKM untuk jual printer

oleh : Imung Yuniardi

SEMARANG (Bisnis.com): Samsung Electronics membidik usaha kecil dan menengah sebagai pangsa pasar model baru printer laser yang mereka luncurkan. UKM yang dimaksud Samsung adalah unit usaha dengan jumlah karyawan antara 10 sampai dengan 500 orang.

"Tantangan bisnis UKM saat ini menuntut kebutuhan perangkat cetak yang hemat, relatif murah, tapi juga handal. Samsung mencoba memenuhi kebutuhan tersebut dengan beragam seri baru yang dikeluarkan,” kata Winny Windiarini, Product Manager Printer & Consumables Samsung Electronics Indonesia, hari ini.

Faktor kemudahan (friendly user) juga dinilai akan menjadi pertimbangan UKM dalam melakukan belanja perangkat cetak ini. "Sekarang Samsung sudah siap dengan menyediakan produk low end sampai high end."

Menurut dia, pasar UKM biasanya lebih banyak menyerap printer dengan harga antara US$300 hingga US$400, di antaranya seri ML 2850. Jateng diakui memiliki potensi besar untuk penjualan printer laser. Saat ini, jumlah UKM nonpertanian di Jateng mencapai enam juta lebih. Pertumbuhan pasar UKM secara nasional mencapai 19%.

Sampai dengan Juli 2008, market share printer Samsung di Jateng mencapai 11%, lebih tinggi dari target 2008 yaitu 10%. "Kami yakin akan terus naik, karena jumlah tersebut dicapai dari 40 reseller dari rencana kita menggandeng 55 reseller tahun ini,” ujarnya.

Samsung secara nasional maupun di Jateng masih terpaut cukup jauh dengan Hewlett Packard (HP) untuk urusan printer. Namun, Winny optimistis prospek ke depan, antara lain bila dilihat dari pertumbuhan yang mencapai 20% di setiap kategori, kontribusi penjualan printer di internal Samsung yang naik 100%, serta angka market share tiap tahun yang terus naik. Di sisi lain, HP mengalami sedikit penurunan. Kebutuhan printer laser secara nasional pada 2008 diprediksi mencapai 168.000 unit. Saat ini, pasar printer laser baru mencapai 20% dibandingkan dengan printer inkjet 80%.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Toyota lanjutkan pemangkasan produksi di AS
  • Chery siap rakit mobil di Thailand
  • Jakarta Kyoei Steel setop produksi
  • Omzet elektronik pada Oktober turun 5,7%

Komentar

Beri Komentar