Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Manufaktur
Kamis, 28/08/2008 12:41 WIB
Toyota turunkan prediksi penjualan
oleh : Taufik Wisastra
TOKYO (Bloomberg): Toyota Motor Corp, produsen otomotif terbesar kedua di dunia, menurunkan prediksi penjualan tahun depan karena tingginya harga bensin yang mengurangi permintaan mobil jenis sport-utility vehicle (SUV) dan pickup.
Perusahaan itu berencana menjual 9,7 juta mobil di dunia tahun depan dibandingkan dengan estimasi sebelumnya 10,4 juta. Penjualan tahun ini diperkirakan mencapai total 9,5 juta, menurut prediksi sebelumnya.
Toyota menghentikan produksi SUV Sequoia dan pikap Tundra di Amerika Serikat selama tiga bulan, sementara kenaikan harga bensin 34% mengancam penjualan mobil ke titik terendah dalam 15 tahun.
Presiden Toyota Katsuaki Watanabe meningkatkan ekspansi di India, China dan Brasil untuk menutupi melemahnya permintaan di Amerika Utara dan Eropa.
"Toyota akan keluar dari keadaan buruk ini. Perusahaan beralih ke pasar baru," ujar Hitoshi Yamamoto, chief executive officer (CEO) Fortis Asset Management Japan Co yang berbasis di Tokyo. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Isuzu dan Mazda rumahkan 2.700 pekerja
- Meski krisis, AISI tetap gelar pameran motor
- BASF berencana tutup 80 pabrik kimia
- Produksi baja Jepang turun 2,7%
- Krisis mulai tekan industri penunjang telematika