Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Manufaktur


Jumat, 29/08/2008 18:41 WIB

Pindad tuntaskan 10 panser APC

oleh : John Andhi Oktaveri

BANDUNG (bisnis.com) : PT Pindad akan menyelesaikan 10 panser jenis Armoured Personnel Carrier (APC) 6x6 bulan depan dari 20 panser yang dipesan TNI AD senilai Rp151 miliar untuk tahun ini.

Demikian diungkapkan Wapres Jusuf Kalla usai meninjau proses produksi panser PT Pindad kemarin. Penyelesaian pembuatan panser tersebut merupakan bagian dari tahapan program pengadaan sebanyak 154 panser guna memperkuat sistem persenjataan TNI.

"Apa yang direncanakan TNI sudah hampir selesai, mudah-mudahan bulan depan sudah produksi[panser] yang kesepuluh," ujar Wapres seusai kontrak pemesanan antara TNI dan PT Pindad, institusi itu memesan 150 panser jenis APC 6x6 untuk jenis Komando, Ambulans, Recovery, Cargo, Mortar serta empat panser 4x4 jenis intai.

Kendati mengakui adanya kenaikan bahan baku baja, namun harga panser untuk tahun depan 2009 tidak menjadi masalah dibanding harus mengimpor. "Harga dalam negeri ini cuma 60% dari harga impor, apa lagi buatan Eropa mahal," katanya.

Pada kesempatan itu Wapres juga menegaskan bahwa berapa pun kebutuhan yang cocok untuk pertahanan dan keamanan negara, pemerintah akan menyiapkannya.

Sementara itu, Dirut PT Pindad Adik Sudaryanto mengatakan anggaran pengadaan panser untuk tahap pertama tahun ini sebanyak 20 panser Rp151 miliar. Uang muka yang diterima baru sebanyak 20% untuk 20 panser tersebut kendati Pindad telah menandatangani kontrak pengadaan komponen utama untuk 150 panser.

Selain masalah minimnya anggaran, Adik juga menyebutkan bahwa dana yang akan dikucurkan untuk anggaran tahap II tahun 2009 belum dapat dipastikan waktunya. Dia menambahkan bahwa seluruh kebutuhan modal  kerja didanai dari pinajaman bank dengan biaya bunga bank tahun 2008 sebesar Rp5,2 miliar.

Pada bagian lain dia menyebutkan bahwa bahan baja anti peluru dan baja lainnya mengalami kenaikan cukup besar. Dengan kondisi demikian dia berharap kebutuhan baja tahan peluru untuk panser dapat didukung PT Krakatau Steel guna mengurangi risiko kenaikan harga.

Menurut dia, pengadaan senjata untuk kebutuhan TNI dan Polri sangat tergantung kepada APBN sehingga Pindad sulit bertahan bila hanya mengandalkan penjualan alat utama sistem senjata (alutsista) yang merupakan 70% dari penjualan Pindad.

Sementara itu, anggaran Dephan sebesar Rp35 triliun untuk 2009 dan Rp36,3 triliun untuk tahun ini, di mana Rp17 triliun untuk pegawai dan Rp8 triliun untuk alutsista dan perawatan. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Epson incar ekspor printer senilai US$3,15 miliar
  • Daihatsu pangkas produksi mesin
  • Ford akan jual 20% saham di Mazda
  • KS hentikan produksi baja kasar

Komentar

Beri Komentar