JAKARTA(Bisnis.com): Lembaga konsultan Rouse & Co International memperkirakan peredaran pelumas palsu di pasar oli nasional mencapai 40%-50% dari total konsumsi tahun ini yang mencapai 600.000 kiloliter.
Brett McGuire, Country Manager Rouse & Co International mengatakan saat ini pemalsuan sudah menyentuh sekitar 40 merek pelumas, baik yang digunakan pada produk otomotif maupun sektor industri.
"Peredaran juga sudah meluas dari retail hingga ke distributor besar, yang terkonsentrasi sekitar 50% di Pulau Jawa," ujarnya.
Di Indonesia, lembaga konsultan yang berbasis di Inggris ini mewakili lima perusahaan pelumas, baik produsen asli Indonesia maupun yang berasal dari luar negeri.
Brett menyatakan beredarnya pelumas palsu dengan volume yang cukup besar itu membuat produsen merugi hingga dua kali lipat secara materiil dan juga memperburuk citra merek.
Menurut penelitian yang dilakukan LPEM FEUI dan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) pada 2005, total kerugian materiil yang ditanggung negara akibat pemalsuan pelumas sebesar Rp50 miliar, serta hilangnya kesempatan kerja ratusan orang.(amu)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »