Karoseri China berpotensi ancam industri nasional

Selasa, 09/02/2010 19:11:14 WIBOleh: Siti Munawaroh
JAKARTA (Bisnis.com): Besarnya potensi serbuan industri karoseri asal China ke pasar domestik seiring implementasi perdagangan bebas Asean-China (ACFTA) sebagai tantangan tersendiri bagi pelaku industri karoseri nasional dan industri pendukungnya.

Kendati demikian, para pengguna industri karoseri nasional berkomitmen untuk memajukan industri karoseri di dalam negeri dengan tetap memperhatikan aspek kualitas, biaya dan pengiriman (quality, cost and delivery).

Jodjana Jody, Chief Operation Officer PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation mengatakan kondisi perekonomian nasional yang terus menunjukkan sinyal positif diperkirakan akan meningkatkan permintaan kendaraan komersial (niaga).

Kondisi tersebut tentunya akan memberi berkah pada industri karoseri di dalam negeri.

“Ekonomi nasional tahun ini diyakini tumbuh 5,5%, indikator makro lainnya positif dan kondisi ini akan mendorong pertumbuhan mobil niaga sekitar 30%, diatas rata-rata pertumbuhan pasar kendaraan nasional yang diperkirakan 13%-15%,” kata Jodjana, kepada Bisnis, hari ini.

Dia menegaskan permintaan pasar kendaraan komersial yang bergairah itu akan membawa pengaruh positif pada pertumbuhan industri karoseri nasional.

“Kalau banyak karoseri asing yang berpotensi masuk ke pasar nasional, itu bisa saja dan menjadi tantangan tersendiri, termasuk pada baja dan komponennya. Tentunya kami tetap memperhatikan aspek QCD, selama aspek itu benar dan bagus, maka hal inilah yang akan kami jadikan value kepada konsumen,” katanya.

Jodjana mengakui bahwa produk China yang dikenal memiliki harga murah, belum tentu sepenuhnya memiliki kualitas produk yang bagus, tetapi industri lokal harus terus meningkatkan kualitas produk dan memperkuat kerja sama serta komunikasi dengan pabrikan/distributor kendaraan niaga. (fh)

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika