Lomba foto sadar wisata cakup Papua-Aceh

Rabu, 24/06/2009 18:08:38 WIBOleh: Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (bisnis.com): Respons masyarakat mengikuti lomba foto Sadar Wisata tingkat nasional cukup tinggi dengan masuknya peserta dari 16 provinsi mulai Papua hingga Banda Aceh.

Arbain Rambey, ketua Dewan Juri Lomba Foto Sadar Wisata yang diadakan Depbudpar, mengatakan pendaftaran masih terbuka hingga 30 Juni.

"Jadi kami harapkan wakil-wakil dari provinsi lain segera berpartisipasi karena 100 nominasi foto peserta akan dipamerkan di Senayan City pada 17-19 Juli dengan pengumuman pemenang di pameran hari terakhir," ungkapnya.

Menurut dia, minat masyarakat terhadap fotografi meningkat ditunjang berbagai fasilitas/fitur di ponsel yang beredar di pasaran. Aktivitas memotret kemudian ditingkatkan dengan menggunakan kamera digital bertekhnologi canggih.

Fotografer amatir, katanya, kini justru yang lebih berkembang pengetahuannya bahkan mengejar keahlian para profesional. Soalnya untuk meningkatkan pengetahuan mereka justru rajin membuka Internet untuk mempelajari teknik memotret dan serius mempelajari teknologi digital selain membentuk klub foto.

"Kegiatan lomba foto selain dapat mengasah talenta mereka, juga menjadi media yang efektif untuk melakukan sosialisasi dari penerapan Sadar Wisata dengan tujuh Sapta Pesona."

Arbaik menjelaskan banyaknya peserta yang mencakup dari Papua hingga Banda Aceh semakin menunjukkan bahwa kantong-kantong fotografer kini telah menyebar tidak lagi terfokus di Pulau Jawa.

"Selama ini pemenang lomba foto umumnya dimenangkan oleh peserta dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya, jadi terpusat di Pulau Jawa. Tapi kali ini kita harapkan dapat memunculkan karya dari pulau lainnya di Indonesia.

Dari pemetaan awal berdasarkan asal foto yang masuk maka 16 Provinsi telah mengirimkan wakil-wakilnya antara lain Kaltim, Aceh, Jabodetabek, Jogya, Bali, Jateng, Banten, Riau, Jabar, Medan,Sultra, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua, Sumbar dan Kalimantan Barat.

"Jadi kalau dilihat peta fotografi nasional saat ini muncul gudang fotografer dan klub baru seperti di Sumbar, Sumut dan Kaltim. Untuk Kaltim terkait dengan banyaknya eksekutif perusahaan minyak di sana yang makin menggemari hobi fotografi," kata Arbain.

Sigit Pramono, ahli fotografi yang juga komisaris Bank BCA, mengatakan fotografi itu manfaatnya jelas. Selain bisa menjadi alat promosi wisata dan sosialisasi, kehadiran klub foto di berbagai daerah ikut mensejahterakan masyarakat.

"Mereka yang hobi foto akan mencari spot-spot bagus untuk bidikan lensanya sehingga terjadilah suatu pergerakan yang mensejahterakan masyarakat setempat," ungkapnya.

Sigit mengatakan minat fotografi yang meningkat terkait dengan kesejahteraan masyarakatnya. Empat negara berkembang dengan perekonomian tertinggi di dunia yaitu Brasil, Rusia, India dan China jumlah penggemar fotografinya juga akan meningkat.

"Dari respons yang masuk pada panitia penyelenggara, kegiatan lomba foto agar terus ditingkatkan menjadi suatu kegiatan yang berkelanjutan karena sangat menunjang pariwisata dan pergerakan wisatawan nusantara," ungkapnya.

Depbudpar menggelar Lomba Foto Sadar Wisata 2009 dengan total hadiah Rp75 juta sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan butir-butir Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan) melalui seni fotografi.

Dewan juri terdiri dari lima orang a.l Arbain Rambey (ahli fotografi dari koran Kompas), Oscar Matuloh (ahli fotografi, Direktur Galeri Foto LKBN Antara), Sigit Pramono (ahli fotografi) dan Bakri (ahli pariwisata, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Depbudpar. Mereka akan menyeleksi karya foto tersebut kemudian menetapkan tujuh pemenang dari juara pertama hingga juara harapan dan favorit. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika