Parangtitis andalan wisata Bantul

Senin, 08/02/2010 23:55:06 WIBOleh: Kukuh Setyono/HARIAN JOGJA
BANTUL : Meskipun memiliki banyak objek wisata yang layak menjadi andalan, tetapi hingga saat ini, Pemkab Bantul tetap mengandalkan kawasan Parangtritis dan Depok untuk menarik wisatawan serta pendapatan asli daerah (PAD).

Padahal secara khusus, Bupati Idham Samawi menilai kawasan wisata Pantai Parangtritis dan Depok, sekarang ini sudah sangat jenuh, sehingga menyebabkan pengunjung yang datang tidak merasa nyaman. Karena itulah, ke depan Pemkab Bantul akan lebih mengandalkan kawasan Pantai Kuwaru, Poncosari, dan Srandakan untuk menarik wisatawan.

Selain Parangtritis, objek wisata lain yang dimiliki Bantul adalah Pantai Samas, Pantai Pandasimo, Goa Selarong, Goa Cerme, dan Kolam Tirtotamasari. Selain itu, beberapa objek wisata semisal Pantai Kuwaru yang selama ini belum dikenai retribusi juga menjadi andalan.

Kiranya alasan Pemkab untuk tetap mengandalkan kawasan Parangtritis sebagai tempat mengeruk PAD sangatlah tepat. Dari data yang didapatkan, selama dua tahun terakhir perolehan pendapatan dari kawasan itu selalu melebihi target.

Menurut Suyoto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul, hari ini, promosi membuat Parangtritis lebih terkenal. "Tentu saja, promosi diimbangi dengan perbaikan fasilitas. Begitu juga di objek wisata lain."

Lebih jauh dia menyatakan, meskipun dinilai sudah menjenuhkan maupun kotor, namun kawasan Parangtritis tetap akan menjadi jujukan wisatawan di Bantul. Sebab kawasan ini sudah terkenal dan bahkan menjadi ikon pariwisata DIY.

Mengenai pembagian dana pengelolaan, menurut Suyoto dibagi secara proporsional sesuai dengan pendapatan yang diperoleh. Pengandalan kawasan Parangtritis bisa dilihat dari sedikitnya dana promosi yang dianggarkan pada tahun ini, untuk semua tempat dan kegiatan.

Sebagai gambaran, selama 12 tahun penuh  baik di dalam maupun luar negeri dana promosi yang disediakan hanya mencapai Rp120 juta. "Terlebih lagi dengan target pendapatan yang dibebankan tahun ini sebesar Rp4,09 miliar, diperlukan kerja keras," tutur Suyoto.
   
Promosi minim
Anggota DPRD Bantul menilai anggaran yang disediakan untuk berbagai promosi objek wisata masih kecil. Angka itu sangatlah kecil bila dibandingkan dengan pendapatan yang didapatkan tiap tahunnya, terlebih lagi masih diutamakannya parangtritis sebagai tujuan utama.

"Jika dibandingkan dengan pendapatan tahun ini yang mencapai Rp4,3 miliar dan melebihi target yang sudah ditetapkan sebesar Rp3,2 miliar, anggaran promosi yang disediakan sangatlah kecil," jelas Amir Syarifudin, Anggota Komisi B DPRD Bantul kemarin.

Dengan anggaran yang sebegitu kecilnya, Amir menuturkan ke depan dikuatirkan berbagai objek wisata di Bantul, kecuali Pantai Parangtritis tidak terekspos dan tidak mendapatkan pengunjung. Sebagai perbandingan, dari 1.311.009 pengunjung, 90% berasal dari Pantai Parangtritis, sedangkan sisanya dibagi untuk 4 objek wisata yang sudah diterapkan retribusi.

Tidak hanya itu, ke depan promosi yang dilakukan oleh Pemkab Bantul diprediksi tidak akan efektif meningkatkan kunjungan wisatawan. Sebab sama seperti tahun-tahun yang lalu, promosi pariwisata di Bantul hanya mengandalkan Pantai Parangtritis yang nota bene sudah punya nama dibandingkan dengan yang lain.

"Terlebih lagi, dengan kondisi Parangtritis sekarang yang bisa dikatakan mengecewakan wisatawan yang datang. Saya secara pribadi, mengkuatirkan jika tidak segera dilakukan perbaikan dan pengelolaan yang baik, obyek wisata ini akan diboikot oleh wisatawan," pungkasnya.(htr)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika