Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata
Selasa, 01/04/2008 09:16 WIB
Budpar aktif lakukan co-marketing jaring turis China
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA: Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwanda galakkan kegiatan co-marketing dengan mengajak berbagai komunitas masyarakat dan kalangan swasta asing untuk ikut menjaring kunjungan wisatawan mancanegara terutama China ke Indonesia.
"Kita harus pro-aktif dan berupaya melakukan kerjasama pemasaran (co-marketing) dengan berbagai pihak. Untuk menjaring kunjungan wisatawan China, misalnya, kami akan bekerjasama dengan Industrial dan Commercial Bank of China (ICBC), bank kreditur terbesar dunia." kata Sapta.
Bank yang bermarkas di Beijing ini pemberi kredit terbesar di China, oleh karena itu, besok (1 April), pihaknya akan menandatangani MOU dengan ICBC dimana bank tersebut akan memberikan berbagai kemudahan bagi para pemegang kartu kreditnya untuk bisa berkunjung ke Indonesia," jelasnya.
Pihak ICBC, ujarnya, akan ikut mempromosikan paket wisata ke Indonesia dalam lembaran tagihan kartu kredit kepada jutaan pemegang kartu kreditnya dimanapun mereka berada sehingga dengan terobosan ini pihaknya optimistis ke depan akan makin banyak kunjungan wisatawan Cina ke Indonesia (inbound).
Terobosan lainnya yang dilakukan Budpar adalah memanfaatkan komunitas bisnis marga Xu di Indonesia. Perhimpunan marga Xu di Indonesia akan mengadakan forum bisnis internasional sekaligus reuni keluarga ke 14 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta awal Januari tahun depan.
"Setahun sebelum kegiatan itu mereka sudah mengeluarkan brosur yang mewah untuk disebarkan ke mancanegara sehingga menjadi bahan promosi bagi Indonesia yang dipilih sebagai tuan rumah para pengusaha Cina tersebut," ungkap Sapta.
Menurut dia, kegiatan co-marketing akan terus digalakkan terutama untuk mendatangkan kunjungan wisman (inbound) ke Indonesia dengan memanfaatkan perusahaan penerbangan asing yang sudah masuk ke Indonesia seperti Singapore Airlines dan maskapai lainnya.
"Jadi kalau pro-aktif melakukan co-marketing bukan hanya wisman yang ingin berlibur saja yang masuk, wisatawan untuk tujuan Meeting, incentive, conference & Exhibition (MICE) sepertu yang dilakukan Perhimpunan Matga Xu di Indonesia berpeluang mendatangkan investasi pula ke negara ini," tandasnya.
Sapta mengatakan untuk tahun ini pasar wisatawan yang digarap memang dipersempit dari 15 negara ke 8 negara saja agar lebih fokus dalam menggarap pasar. China. Rusia, India termasuk negara-negara yang menjadi prioritas pasar bagi pariwisata Indonesia. (dj)
bisnis.com
Berita Lain
- Kunjungan wisman Januari--Mei 2009
- Jumlah wisatawan Malaysia ke Bandung naik 22,6%
- RI fokus ke penempatan tenaga kerja profesional
- JK: Realisasi investasi Emaar di Lombok akhir 2009
- Infrastruktur kawasan wisata Pangandaran dibenahi