Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata


Jumat, 04/04/2008 19:24 WIB

'Pergencar promosi wisata ke China dan Timteng'

oleh : Dewi Astuti

JAKARTA (Bisnis): Komposisi kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke sejumlah tempat rekreasi di Jakarta dan sekitarnya rata-rata tak lebih dari 5% dari total kunjungan tiap tahunnya.
 
Kondisi tersebut dipicu oleh rendahnya kepedulian pemerintah dan industri pariwisata dalam membantu kegiatan promosi ke dunia internasional.
 
“Dari total 1,5 juta pengunjung ke tempat kami, komposisi kunjungan wisman tidak lebih dari 3-4%. Angka itu stagnan tiap tahun. Ya lagi-lagi soal promosi,” kata Frans Manansang, Direktur Utama Taman Safari Indonesia selepas dialog Indonesia Business Today bertajuk Upaya Pengembangan Bisnis Enjoy Jakarta dengan Optimasi Potensi Sudut yang Berbeda kepada Bisnis, hari ini.
 
Frans mengungkapkan pihak pengelola taman satwa yang berlokasi di Bogor itu mengalami kendala keterbatasan dana untuk promosi, karena dibebani oleh biaya pengeluaran yang sangat tinggi untuk pakan hewan, gaji karyawan, dan perawatan fasilitas.
 
Manajemen, katanya, hanya mampu mengeluarkan dana promosi sebesar 4% dari total pengeluaran.
 
“Kami sangat memerlukan bantuan pemerintah dan kalangan industri. Namun sayangnya saya tidak merasakan hal tersebut. Kami pernah mencoba promosi melalui brosur ke hotel-hotel, tetapi ditolak,” tambahnya.
 
Kondisi serupa terjadi di Taman Impian Jaya Ancol. Pada tahun lalu, wisman yang datang ke taman rekreasi terpadu milik PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk itu maksimal hanya 5% dari total 13 juta pengunjung.
 
Budi Karya Sumadi, Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol, menyarankan pemerintah untuk melakukan promosi ke sejumlah negara yang memiliki kedekatan budaya seperti China dan Timur Tengah.
 
Cara itu, kata dia, akan lebih hemat dan efektif dari segi pendanaan. “Gak usah promosi jauh-jauh ke Eropa. Coba pilih negara yang memiliki kedekatan budaya dan agama seperti Indonesia,” katanya. (02)

bisnis.com

Berita Lain

  • Pemda didorong jaring investor wisata
  • Lomba foto sadar wisata cakup Papua-Aceh
  • PHRI nilai pemprov Jateng diskriminatif
  • Aston Braga gelar Festival Makanan India

Komentar

Beri Komentar















フレッツ光 | FX | ãƒã‚¤ã‚¯è²·å– | FXåˆå¿ƒè€… | å‚µå‹™æ•´ç† | ä½å®…ローン | çµå©šç›¸è«‡æ‰€ | ホームページ制作 | フラット35 | アスクル