Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata


Jumat, 18/04/2008 14:59 WIB

Mutu pemandu wisata harus ditingkatkan

oleh : Hilda Sabri Sulistyo


JAKARTA (Bisnis): Dubes Spanyol untuk Indonesia Aurora Bernaldez mengatakan pemerintah sebaiknya memberikan perhatian kepada pemandu wisata sebagai ujung tombak dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan berbahasa.

Dalam mengembangkan industri pariwisata, kata dia, maka para front liner yang menjadi ujung tombak harus terus mendapatkan pelatihan sehingga wisman yang datang akan mendapat banyak informasi dari pemandu yang mendampinginya.

"Pengalaman saya lebih dari setahun bertugas di Indonesia, kualitas guide yang ada perlu ditingkatkan. Jangan hanya mahir berbahasa asing tapi mereka dituntut punya pengetahuan yang luas sehingga wisatawan banyak mendapatkan informasi dari mereka," ujarnya.

Bernaldez berbicara pada jamuan makan siang yang diadakan kantor promosi pariwisata Spanyol. Dia didampingi Enrique Ruiz De Lera, direktur Badan Pariwisata Nasional Spanyol (National Tourist Office of Spain) untuk Wilayah Asia Tenggara, Selandia Baru, Australia dan India.

Spanyol akhir tahun lalu dikunjungi 59,2 juta wisman, sedangkan jumlah penduduknya sendiri hanya 42 juta jiwa. "Tahun 2007 penghasilan dari pariwisata 50 juta euro dan menjadi sektor ekonomi utama yang memberikan kontribusi pada produk domestik 11%, memperkerjakan 12% dari populasi pekerja dan pariwisata menurunkan 40% kerugian komersial."

Menurut dia, peluang Indonesia untuk mengoptimalkan potensi wisatanya sangat besar jika masalah infrastruktur dan standar kompetensi para front liner terus ditingkatkan.

Aurora mengaku ketika bertandang ke Candi Borobudur, misalnya, guide yang mendampinginya justru mempersilakannya berkeliling sendiri. Padahal justru turis membutuhkan panduan dengan informasi berlatar belakang sejarah.

Dubes yang baru pulang dari Solo menyaksikan karnaval Batik dan sempat kursus kilat belajar  batik di sebuah desa di daerah itu, mengatakan dari kekayaan seni membatik saja sudah lahir suatu produk yang unik dimana wisatawan diajak mengenal dan belajar membuat batik.

"Saya setelah tahu proses pembuatannya jadi sangat tertarik pada seni membatik padahal sebelum itu saya tidak begitu care. Jadi kalau produk wisatanya beragam dan peran guide juga baik maka baru dari batik saja Indonesia sudah bisa menjaring wisman," tuturnya. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Kenaikan harga BBM tak pengaruhi wisman
  • STB gelar lagi The Great Singapore Sale
  • 22 Negara akan ikuti IITF 2008
  • Exciting Gold Coast digelar di eX Plaza
  • ITTF targetkan transaksi US$10 juta
  • Paket wisata lansia diujicoba Mei
  • Menbudpar akan sematkan pin ke Bill Gates
  • Sejumlah pengusaha resor keluhkan sepi pengunjung
  • Budpar kemas paket pulang kampung warga China

Komentar

Beri Komentar