Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata


Selasa, 13/05/2008 17:13 WIB

PHRI Jatim tolak kenaikan BBM

oleh : Dwi Wahyuni

SURABAYA: Industri perhotelan dan restoran di Jatim khawatir tidak akan mampu menutupi lonjakan biaya energi menyusul rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM pada awal Juni 2008.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Yulianto Soechebu mengatakan waktu untuk menaikkan harga BBM pada awal Juni kurang pas bagi bisnis perhotelan. Seharusnya penyesuaian harga dilakukan pada semester kedua, ujarnya.

Biasanya, kata dia, pada paruh kedua tahun itu, pelanggan hotel dan restoran kurang peduli terhadap perubahan tarif karena permintaan pasar sedang kuat. Dengan begitu imbas kenaikan BBM dapat diminimalkan. Itu pun, katanya, prosentasi kenaikannya sebaiknya pada kisaran 20%.

"Jika pemerintah tetap bersikeras menaikkan harga BBM pada Juni dan mencapai 30%, dapat dipastikan industri perhotelan dan restoran akan terpukul," ujar Yulianto di Surabaya.

Pengelola hotel dan restoran, lanjutnya, khawatir tidak akan mampu menutupi seluruh biaya energi. Apalagi kontribusi energi termasuk BBM mencapai 11% hingga 13% dari total pendapatan.

Sementara itu, rate hotel tidak mungkin langsung dapat disesuaikan. Pasalnya pada Januari 2008 sejumlah hotel dan restoran khususnya di Jatim  sudah menaikkan rate sekitar 5% hingga 10%.

"Jadi industri hotel dan restoran ini ibarat kena 'telak' dua kali karena sebelumnya pemerintah telah menaikkan harga gas LPG dan listrik," paparnya.

Yulianto berharap kenaikan rate hotel kali ini tidak terlalu berdampak terhadap kunjungan wisatawan sehingga tingkat hunian hotel tidak sampai merosot tajam.

Sebagai gambaran pada Januari-April 2008 tingkat hunian hotel berbintang di Surabaya rata-rata naik 5,8%. Periode yang sama tahun lalu rata-rata okupansi hotel tersebut tercatat 61,3% sedang tahun ini menjadi 67,1%.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim kunjungan wisman yang masuk melalui Pintu Airport Juanda pada Maret 2008 tercatat 11.485 orang, naik 27% dibanding bulan sebelumnya sebanyak 10.403 orang. Dari data itu wisman asal Malaysia yang terbesar yakni mencapai 2.938 orang. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Cagar budaya perlu dana lintas sektoral
  • Panorama Tours raih penghargaan IMAC
  • Kunjungan wisman lansia cenderung naik
  • Star Cruises jajaki pengembangan rute di RI

Komentar

Beri Komentar