Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata


Kamis, 19/06/2008 11:11 WIB

Kunjungan wisman lansia cenderung naik

oleh : Hilda Sabri Sulistyo

JAKARTA (bisnis.com): Direktur Usaha Pariwisata Depbudpar Winarno Sudjas menyayangkan belum banyak travel agent maupun industri pariwisata lain yang mengemas paket wisata untuk wisatawan lanjut usia (lansia).

Padahal, menurut dia, tren di dalam negeri maupun internasional menunjukkan adanya kenaikan kunjungan segmen lansia itu, ujarnya, pagi ini.

Dia mengatakan hal tersebut menanggapi data dari Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan (PPDSJ) Depbudpar yang menyebutkan jumlah wisman 2007 yang berusia 45 - 54 tahun sebanyak 19,79%, usia 55 - 64 tahun 8,26%, dan di atas 64 tahun 7,52% dari total wisman 5,5 juta orang pada tahun lalu.


"Untuk menjaring wisman lansia, selain dituntut kesiapan industri pariwisata yang mampu mengemas paket wisata yang sesuai juga dibutuhkan sarana publik memadai, karena toilet bandara, hotel maupun tempat-tempat destinasi wisata bahkan harus bisa mengakomodasi mereka yang sudah menggunakan kursi roda," kata Winarno.

Etnis China, ujarnya, banyak yang tetap melakukan perjalanan wisata di usia senja. Bahkan bakti anak pada orangtua ditunjukkan dengan mengajak orangtuanya untuk berwisata ke mancanegara, termasuk ke Indonesia."Hal yang sama ditunjukkan oleh orang India, di mana kalangan mudanya yang kini hidup mapan banyak yang mampu membiayai orangtuanya untuk berwisata," jelasnya.

RI berpeluang untuk menggalakkan wisata lansia itu dengan meningkatkan akses kunjungan kapal pesiar (cruise) ke Indonesia, karena sebagian besar penumpangnya adalah wisatawan lanjut usia, kata Winarno.

Pihaknya, lanjut dia, kini tengah mendorong travel agent untuk menggencarkan paket wisata bagi wisman lansia karena pangsa pasarnya sudah jelas, dan sekarang mulai dipikirkan juga jenis paket wisman lansia, yakni terkait wisata nostalgia, kesehatan dan keluarga.

Secara alamiah segmen wisman berusia lanjut ini akan bertambah besar karena tingkat kesehatan dunia yang makin baik sehingga harapan usia hidup manusia bertambah. Paket wisata nostalgia bagi wisman lansia, kata Winarno, misalnya bisa dibuat dengan mengadakan perjalanan ke obyek wisata kota tua yang mempunyai bangunan arsitektur bersejarah.

Sedangkan paket wisata kesehatan bagi wisman lansia misalnya ke daerah berhawa panas seperti pantai atau dingin seperti pegunungan. "Wisman lansia juga mencari daerah wisata yang ada layanan spa, bukan spa untuk pijat tetapi yang bisa untuk meditasi," jelas Winarno.

P

Winarno mengakui adanya kendala dalam pengembangan paket wisata bagi lansia, misalnya dalam penyusunan paket wisata karena pasar wisman lansia belum menjadi prioritas dan travel agent atau biro perjalanan wisata belum siap.

Wisman lansia, lanjut dia, juga membutuhkan akomodasi dan transportasi yang khusus dibandingkan wisman umumnya. Mereka, katanya, butuh bus yang menyediakan tempat duduk yang lebih lega. Dari sisi kemudahan, pihak Imigrasi sudah mengeluarkan peraturan bagi wisman lansia untuk bisa tinggal lebih lama di Indonesia, yakni maksimal lima tahun dan dapat diperpanjang.(er)

aket wisata keluarga ditujukan untuk membidik wisman yang membawa keluarga, termasuk orang tuanya.  "Segmen pasar terkuat untuk paket wisata ini adalah dari etnis China tadi karena secara kultural masyarakat Tionghoa sangat menghormati orang tua mereka," kata Winarno.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Putri Pariwisata mulai huni Puri Casablanca
  • Pemprov DKI tingkatkan kualitas SDM pariwisata
  • Visit Lampung 2009 targetkan 2 juta wisatawan
  • DKI bentuk Forum Friends of Jakarta Tourism

Komentar

Beri Komentar