Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata


Kamis, 19/06/2008 14:57 WIB

Cagar budaya perlu dana lintas sektoral

oleh : Hilda Sabri Sulistyo


JAKARTA (Bisnis.com): Depbudpar bersama instansi terkait menyusun anggaran untuk melengkapi aksesibilitas, sarana dan prasarana di delapan kawasan cagar budaya sebagai destinasi wisata Indonesia, kata Dirjen Pengembangan Pariwisata Firman Rahim.

"Ada delapan kawasan cagar budaya yang perlu dibenahi dengan bantuan pendanaan lintas sektoral. Jika kita sama-sama menganggarkan untuk tahun yang sama maka kelengkapan fasilitas di sebuah destinasi akan mempermudah kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara," kata Firman.

Delapan kawasan cagar budaya tersebut adalah situs manusia purba Sangiran, percandian Dieng, percandian Gedong Songo, kota lama Majapahit di Trowulan, permukiman tradisional Tana Toraja, kawasan kota tua eks pertambangan Sawah Lunto, percandian Muaro Jambi dan pemukiman tradisional Komodo.

Firman mengakui selama ini kerja sama lintas sektoral belum optimal sehingga jika Depbudpar sudah melengkapi fasilitas di obyek wisata dengan mendirikan museum misalnya, ternyata jalan menuju obyek itu rusak dan baru dianggarkan oleh instansi yang berwenang tahun anggaran berikutnya.

"Akhirnya destinasi itu tetap belum siap dikunjungi. Sekarang kami bersinergi dengan instnasi terkait dan Depbudpar pro aktif membuat daftar dukungan prasarana yang diperlukan oleh kawasan destinasi tersebut," ujarnya.

Dieng, misalnya, kawasan candi tertua abad V di Indonesia dengan karakter lansekap yang unik di daratan tinggi butuh dukungan sarana jalan dan lainnya dari Departemen Pekerjaan Umum hingga 170 km. "Akses dari Wonosobo dan Banjarnegara ke lokasi sepanjang 60 km, pengembangan jalan desa 20 km, trotoar dan street furniture menuju lokasi 30 km, selokan/saluran air hujan 60 km."

Menurut dia, semua instansi terkait sudah memahami bahwa pariwisata bukanlah hanya tanggung jawab Depbudpar saja tapi lintas instansi karena terbukti menjadi sektor yang pro growth, pro job dan pro poor. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Buku Bali Travel Planner segera diterbitkan
  • Puncak wisata kuliner digelar di Surabaya
  • Summarecon gelar pesta kembang api terbesar
  • Miss Universe promosikan wisata Indonesia

Komentar

Beri Komentar