Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata
Kamis, 19/06/2008 18:09 WIB
Fasilitas VoA akan dibuka di dua pintu
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah segera membuka fasilitas Visa on Arrival (VoA) di dua pintu masuk RI-Malaysia yaitu di Bandara Supadio, Pontianak dan Entikong, perbatasan Kalbar dengan Kuching, Serawak pada Juli.
Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar Firman Rahim mengatakan program jangka pendek pengembangan destinasi pariwisata Budpar tahun ini fokus pada peningkatan pelayanan di pintu-pintu masuk.
"Karena itu Pemprov Kalbar kami tantang apakah siap melayani kunjungan wisman dengan fasilitas VoA mulai Juli mendatang," ujarnya.
Selama ini, kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu Entikong berkisar 23.000 per tahun. Pihaknya berharap dengan adanya fasilitas VoA maka Pemprov Kalbar bisa memiliki target kunjungan wisman menjadi 100.000/tahun.
Firman mengatakan dengan adanya fasilitas VoA maka harus ada tekad dari pemprov Kalbar, industri pariwisata terkait dan masyarakat untuk menciptakan berbagai event untuk menjaring wisman dari negara tetangga sehingga kontribusi kunjungan dari wilayah perbatasan dapat meningkat.
Menyinggung program jangka pendek lainnya yang dilakukan untuk mendukung program Visit Indonesia Year dengan target 7 juta kunjungan wisman dan mendorong 223 juta pergerakan wisnus, dia mengatakan penerapan standard operation procedure (SOP) di bandara, hotel dan frontliners lainnya akan ditingkatkan.
"Kami ini dana terbatas jadi harus punya koordinasi yang kuatantar instansi terkait, siapa melakukan apa. Contohnya untuk memberikan fasilitas VoA di Pontianak dan Entikong kan harus ada kesiapan imigrasi dan perbankan," tandasnya.
Menurut dia, sebelum Juli pihaknya terus menggiatkan koordinasi dengan berbagai instansi pemerintah yang terkait karena sedikitnya ada delapan destinasi yang dapat disiapkan, dilengkapi sarana dan prasarana tanpa membutuhkan investasi yang tinggi.
"Kawasan Situs Manusia Purba Sangiran, kawasan percandian Dieng, Gedong Songo, kota lama Majapahit Trowulan, Tana Toraja, kota tua Sawah Lunto, Candi Muaro Jambi dan pemukiman tradisional P.Komodo siap dipasarkan tinggal dibenahi akses, sarana dan promosi," kata Firman.
Untuk itu semua instansi yang terkait dengan pengembangan 8 destinasi itu diharapkan dapat memberikan dukungan anggaran di instansinya masing-masing. Infrastruktur jalan misalnya menjadi tanggung jawab Departemen Pekerjaan Umum. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Aston Marina Hotel ajak wisnus berwisata kuliner
- Surabaya perlu insentif kembangkan MICE
- Pertumbuhan pariwisata dunia hanya 2%-3%
- Pariwisata RI terkaya dalam olahraga air
- Wisata selam tak terpengaruh krisis global