Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata
Jumat, 04/07/2008 13:12 WIB
STP Bandung terima 90 calon mahasiswa S1
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (Bisnis.com): Program Manajemen Perhotelan masih menjadi pilihan utama dari calon mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung atau dikenal dengan nama NHI yang pada tahun akademik 2008-2009 mulai menerima 90 mahasiwa strata satu (S1).
Ketua STP Bandung Upiek H. Sadkar mengatakan manajemen perhotelan paling diminati calon mahasiswa sejak kampus beroperasi 46 tahun lalu. Sekolah yang populer dengan nama National Hotel Institute (NHI) ini diminati karena lulusannya berpeluang mendapatkan pekerjaan yang cukup luas di industri hospitaliti.
Sejak 2005, STP Bandung sebagai salah satu Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) di bawah Depbudpar, menerapkan zero unemployment lewat pelaksanaan Job Fair Recruitment di kampus sehingga para lulusan STP Bandung bisa langsung bekerja di industri pariwisata.
Menurut Upiek, program Manajemen Perhotelan lebih diminati dibandingkan dua program studi lainnya yaitu Manajemen Kepariwisataan dan Manajemen Perjalanan dari 1.600 mahasiswa yang kuliah di STP ini. "Begitu dibuka untuk program S1 tahun ini, pilihan calon mahasiswa juga banyak ke manajemen perhotelan. Dari sekitar 350 peserta tes yang akan kami terima untuk masing-masing program studi hanya 30 orang sehingga total menjadi 90 orang," jelasnya.
Manajemen perhotelan paling diminati pada program D3, D4, S1 dan program pasca sarjana (MM Par) karena permintaan pasar kerja di dalam dan luar negeri tinggi bahkan negara-negara Timur Tengah datang langsung ke STP Bandung seperti general manager hotel dari Oman dan Qatar belum lama ini.
"Saat ini dari total mahasiswa yang ada 300 orang diantaranya sedang magang di berbagai hotel di dalam dan luar negeri seperti hotel-hotel berbintang di Singapura dan Malaysia yang mencakup Penang, Kuala Lumpur dan kota-kota lainnya."
STP Bandung mempunyai jejaring kerja dengan hotel di Timteng, Belanda dan negara Eropa lainnya. Untuk penerimaan mahasiswa baru D3 dan D4 Agustus mendatang pihaknya akan menerima sedikitnya 580 mahasiswa di mana mereka sebelumnya melewati tes bahasa Inggris, psikotest dan tahap dua tes kesehatan. Biaya kuliah per tahun mencapai R 6 juta/orang sudah termasuk biaya praktek dan diktat.
"Permintaan pasar memang tinggi sehingga sejak dibangku kuliah para mahasiswa di tuntut siap kerja sesuai denga ekspektasi industri. Alhamdulilah TKI kini tidak identik dengan pembantu rumah tangga tetapi tenaga teknis di bidang hospitaliti yang dibutuhkan oleh dunia," tamba Upiek. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Angkutan wisata Bali minta jaminan pasok BBM
- Visit Toraja Mountain Eden diluncurkan
- Buku Bali Travel Planner segera diterbitkan
- Puncak wisata kuliner digelar di Surabaya
- Summarecon gelar pesta kembang api terbesar