Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata
Selasa, 05/08/2008 16:16 WIB
DKI bentuk Forum Friends of Jakarta Tourism
oleh : Nurudin Abullah
JAKARTA (Bisnis.com): Dinas Pariwisata DKI Jakarta membentuk Forum Friends of Jakarta Tourism sebagai wadah untuk menampung aspirasi dan saran di bidang industri pariwisata serta membahas kemajuannya.
Kepala Dinas Periwisata DKI Arie Budhiman mengatakan salah satu bahasan dalam forum itu mengenai upaya menghadapi persaingan bebas di sektor jasa bidang tenaga kerja industri pariwisata. Pembahasan dalam forum itu sebagai bentuk kebersamaan dalam menghadapi persaingan pada segala aspek produk dan pelayanan wisata bertaraf internasional.
"Kebersamaan tekad, komitmen dan langkah nyata seluruh komponen komunitas kepariwisataan harus dilakukan sesuai bidang tugas, fungsi dan kapasitasnya masing-masing," katanya di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan kalangan pelaku usaha jasa kepariwisataan jangan lagi terlena dengan slogan yang menyatakan kekayaan alam sebagai satu-satunya solusi bagi dunia pariwisata tetap bertahan hidup. Sebab, lanjutnya, ada potensi luar biasa yang harus menjadi fokus, orientasi dan strategi untuk menghadapi persaingan bebas a.l. dengan penguatan standar kualitas dan kompetensi sumber daya manusia industri pariwisata.
Menurut Arie, persaingan untuk mengisi kesempatan kerja pada tiap tingkatan dan jabatan di lingkungan industri pariwisata secara internasional semakin ketat. Kesiapan sumber daya manusia Indonesia untuk mengisi peluang tersebut masih tertinggal jauh dari negara pesaing utama seperti Filipina, India, China, dan Vietnam.
Forum Friends of Jakarta Tourism 2008 diikuti 150 peserta a.l. dari unsur industri pariwisata, aparat kepariwisataan, serta asosiasi, lembaga pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat pariwisata.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Aston Marina Hotel ajak wisnus berwisata kuliner
- Surabaya perlu insentif kembangkan MICE
- Pertumbuhan pariwisata dunia hanya 2%-3%
- Pariwisata RI terkaya dalam olahraga air
- Wisata selam tak terpengaruh krisis global