Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata
Selasa, 02/09/2008 14:30 WIB
Target kunjungan wisman sulit tercapai
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (bisnis.com): Pengamat pariwisata Wuryastuti Sunario pesimistis target kunjungan wisman tahun ini 7 juta orang bisa tercapai mengingat pertumbuhan dalam enam bulan pertama hanya mencapai 11,43%.
"Data BPS menunjukkan secara kumulatif Januari-Juli, jumlah wisman naik 11,43% tapi untuk mencapai target itu tiap bulan harus ada pertumbuhan 27%," kata Wuryastuti.
Dibandingkan dengan Juni, jumlah wisman pada Juli juga hanya mengalami kenaikan 7,24% dari 529.064 orang menjadi 567.364 orang. Jadi dari satu bulan ke bulan berikutnya target rata-rata pertumbuhan itu masih jauh terjangkau.
Periode semester I/2008 ini tepat di saat pelaksanaan program Visit Indonesia Year, kunjungan wisman mencapai 3.469.968 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2007 sebesar 3.114.097 orang.
Pada semester II yang efektifnya tinggal empat bulan lagi, tingkat pertumbuhan itu sulit dikejar karena setiap bulan saja sejak Januari lalu target pertumbuhan itu tidak pernah tercapai.
"Harusnya untuk Agustus ada beban mengejar target pertumbuhan 27% ditambah target sebelumnya yang tidak tercapai hampir 20%," jelasnya.
Menurut dia, peluang selalu ada untuk mendapat lonjakan kunjungan dalam empat bulan mendatang apalagi situasi politik di Thailand sekarang cukup mengkhawatirkan sehingga ada peluang para tour operator akan mengalihkan kunjungan wisman dari Thailand ke Bali.
Kalangan industri pariwisata dan pemerintah selalu optimistis pada semester dua kunjungan wisman terutama ada libur Natal dan Tahun Baru akan meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia. Dirjen Pemasaran Debudpar kini aktif berpromosi keluar negeri dengan jadwal yang padat setiap bulan, namun semua itu manfaatnya baru akan terukur pada tahun depan.
Wuryastuti mengatakan pada kenyataannya komunikasi internasional Indonesia di pihak pemerintah maupun pada media domestik di luar negeri masih sangat lemah. Hal ini karena pemerintah jarang menanggapi tuduhan dan berita negatif yang dilontarkan dunia internasional sehingga citra usang masih melekat di persepsi masyarakat dunia.
Dalam hal mengejar target kunjungan wisman dan pengelolaan kepariwisataan Depbudpar sudah kehilangan gregetnya dengan diserahkan seluruh urusan pariwisata ke daerah otonomi yang sekarang sudah mencapai 450 daerah. Sementara daerah otonom ini hanya melihat pariwisata sebagai pendapatan asli daerah (PAD) dan retribusi.
"Kalau keberhasilan pariwisata hanya diukur dari jumlah kunjungan wisman, ternyata daerah juga belum siap menerima otonomi tersebut. Destinasi Danau Toba jadi kewenangan 8 kabupaten begitu juga destinasi lainnya seperti Gunung Bromo, dataran Tinggi Dieng jadi sengketa sejumlah daerah otonom yang ingin mendapatkan PAD,” ujar Wuryastuti yang juga mantan direktur Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI). (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Aston Marina Hotel ajak wisnus berwisata kuliner
- Surabaya perlu insentif kembangkan MICE
- Pertumbuhan pariwisata dunia hanya 2%-3%
- Pariwisata RI terkaya dalam olahraga air
- Wisata selam tak terpengaruh krisis global
Komentar
#1 - BRAVO VIY2008
Yang disampaikan Wuryastuti benar adanya. Sejak awal dicanangkan VIY2008 banyak pihak yang meragukan akan tercapai target 7 juta wisman yang ditetapkan pemerintah (Depbudpar). Namun optimisme pemerintah agaknya meng-andalkan arus "lebih" pada semester-II 2008, yang menurut pengalaman tahun-tahun lalu memang semester-II jumlah wisman yang datang acapkali "lebih" banyak di banding semester-I. Fakta menunjukkan semester-I 2008 mencapai 3.469.968. Kalau pada semester-II 10% lebih banyak, maka jumlah wisman semester-II diharapkan mencapai 3.816.965 sehingga jumlah wisman th 2008 akan mencapai 7.286.933. Itulah barangkali yang mendorong optimisme pemerintah, 7 juta wisman akan tercapai. Semoga. Bravo VIY2008 !!!
Soelaiman Wiria-Atmadja - Jakarta/Indonesia @ 05/09/2008 - 14:52 WIB dari 125.161.199.64 (64.subnet125-161-199.speedy.telkom.net.id)