Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Pariwisata
Kamis, 04/09/2008 16:36 WIB
RI-China teken kerja sama pariwisata
oleh : Yurivito Kris Nugroho & Ria Nurdiani
JAKARTA (bisnis.com): Sebanyak 13 perusahaan swasta Indonesia di bidang pariwisata menandatangi kesepakatan kerja sama dengan 13 perusahaan swasta dan negeri dari Provinsi Guangdong, China.
"Kami menyambut baik kegiatan ini, karena Guangdong telah menjadi salah satu tempat favorit untuk orang Indonesia," kata Titien Sukarya, staf ahli Depbudpar pada acara 2008 Guangdong China-Indonesia Tourism Exchange Meeting hari ini.
Penandatanganan dilakukan pihak pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Nia Niscaya, Direktur Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (MICE) Depbudpar, sementara pihak China dilakukan, Wan Qingliang, Wagub Guangdong, salah satu provinsi paling selatan China yang ramai dikunjungi wisatawan. "Jumlah wisatawan yang datang ke China, seperlimanya pergi ke Guangdong," ujar Wan.
Kesepakatan kerja sama ini diyakini akan menguntungkan kedua belah pihak karena telah terjadi pertukaran wisatawan di dua Negara tersebut sejak lama. Guangdong dikunjungi seperlima dari total wisatawan yang pergi ke China.
Pendapatan China dari pariwisata sebesar US$3,2 miliar pada 2007. Jumlah wisatawan yang datang dari pelabuhan sendiri mencapai angka tertinggi yaitu 103 juta wisatawan. "Hal ini menjadi dasar yang kuat, karena tren yang meningkat ini baik bagi Indonesia-Cina," kata Wan.
Sementara itu, Titien mengatakan jumlah wisman yang datang ke Indonesia pada periode Januari-Juli 2008 sekitar 60% berasal dari China. Hal ini merupakan pertumbuhan wisatawan yang paling tinggi.
Dia berharap kesepakatan kerja sama ini dapat mendukung program Visit Indonesia 2008.
"Semoga kita akan saling mengunjungi, sehubungan dengan proyek Visit Indonesia 2008," katanya. Harapan suksesnya acara ini juga diutarakan oleh Wan Qingliang. "Saya yakin kerja sama kedua belah pihak ini akan sukses." (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Aston Marina Hotel ajak wisnus berwisata kuliner
- Surabaya perlu insentif kembangkan MICE
- Pertumbuhan pariwisata dunia hanya 2%-3%
- Pariwisata RI terkaya dalam olahraga air
- Wisata selam tak terpengaruh krisis global