JAKARTA (Bisnis.com): Para produsen garmen Indonesia hari ini bertemu dengan 20 pembeli merek internasional sebagai upaya untuk meningkatkan jaringan pasar bagi produsen lokal.
Sudjaja Wira, Direktur Sumber Daya Manusia PT Asmara Karya Abadi, mengatakan pemfokusan pada biaya tenaga kerja yang murah bukanlah pendekatan yang tepat.
"Industri garmen Indonesia di negara ini memiliki keuntungan dalam ketersediaan jumlah pekerja yang berlimpah. Namun, perlu memanfaatkan hal ini sebaik mungkin dengan memastikan tingkat-tingkat kompetensi," ujarnya saat acara Indonesia Apparel Network 2009 hari ini.
Menurut dia, investasi pada program pelatihan merupakan strategi yang penting dalam meningkatkan daya saing SDM.
"Kami menyadari mengembangkan daya saing rantai pemasok garmen membutuhkan institusi yang kokoh untuk menyatukan para pemangku kepentingan garmen untuk bekerja sama," ujar Sakri Widhianto, Dewan Penasehat Garment Partnership Indonesia (GPI).
Menurut Sakri, GPI mengupayakan berkontribusi bagi industri garmen di Indonesia.
GPI merupakan kerja sama para pihak pemangku kepentingan dalam industri garmen seperti pembeli, pabrik garmen, lembaga penyedia jasa dan lainnya.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »