JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah Timor Leste memuji kebijakan dan kemampuan pemerintah Indonesia dalam menstabilkan harga bahan pokok di dalam negeri.
Gusmardi Bustami, Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan, mengatakan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah RI dalam menstabilkan harga tersebut terungkap dari hasil pertemuan antara Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu dan Menteri Industri, Perdagangan, dan Pariwisata Timor Leste Gil da Costa Alves pada Jumat kemarin.
"Menurut mereka, kita berhasil menstabilkan harga bahan pokok di dalam negeri. Hal inilah yang akan mereka pelajari dari kita, terutama bagaimana peran dan kebijakan kita memengaruhi pembentukan harga di dalam negeri," kata Gusmardi.
Kedua negara, tutur Gusmardi, lebih lanjut akan saling bertukar informasi dan pengalaman, sehingga Timor Leste pun bisa mengupayakan stabilisasi harga di negaranya. Dia menuturkan Timor Leste mengharapkan tenaga ahli dari Indonesia untuk membantu pemerintah negara itu, khususnya terkait persoalan distribusi beras.
Dalam pertemuan singkat tersebut, lanjut dia, kedua negara juga membahas upaya peningkatan kerja sama perdagangan bilateral. Sebagai salah satu negara yang cukup potensial bagi pengembangan ekspor Indonesia, kedua negara juga sepakat meningkatkan hubungan dagang.
Timor Leste, sambung Gusmardi, mengeluhkan distorsi harga bahan bangunan dan aspal yang mencapai dua hingga empat kali lipat dari harga di Indonesia. Padahal, lanjutnya, kebutuhan Timor Leste untuk produk tersebut 90% dipenuhi dari Indonesia.
"Kami akan melakukan pembicaraan lebih lanjut lagi, intinya kita berusaha menemukan hambatan dagang di kedua negara masing-masing," ujarnya.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »