JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah menegaskan akan mengumumkan alokasi impor gula kristal putih pada hari ini.
Mendag Mari Elka Pangestu yang ditemui sesaat sebelum menghadiri acara Policy Research Forum Australia-Indonesia enggan berkomentar lebih jauh soal rencana impor gula kristal putih sekitar 500.000 ton itu.
Berdasarkan sumber, jumlah sekitar 500.000 ton itu telah dibagi ke enam perusahaaan, termasuk Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT PN XI, PT PN X, PT PN XI, dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
Ketika hal ini dikonfirmasi, Mari hanya menjawab singkat. "Tunggu press release. Hari ini akan keluar press release."
Seperti diketahui, pemerintah berencana mengimpor gula konsumsi untuk mengatasi kelangkaan stok selama beberapa bulan di tahun depan.
Hingga akhir tahun, stok gula yang tersedia hanya 500.000 ton. Jumlah itu dinilai tidak cukup, pasalnya untuk memenuhi kebutuhan selama lima bulan pertama tahun depan, ketika belum dimulai masa giling tebu dibutuhkan kurang lebih 1 juta ton dengan perhitungan kebutuhan per bulan sebesar 200.000-250.000 ton. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »