Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Senin, 28/04/2008 19:41 WIB
Kawasan perbatasan diperketat
oleh : Ahmad Muhibbuddin
JAKARTA: Pemerintah akan memperketat pengawasan kawasan perbatasan untuk mencegah terjadinya ekpor beras secara ilegal menyusul adanya disparitas harga di dalam dan luar negeri.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag Ardiansyah Parman mengatakan pemerintah mengintensifkan pengawasan titik untuk mencegah terjadi rembesan ekspor beras. Penempatan aparat penegak hukum diperbanyak di daerah yang diduga potensial dijadikan pintu keluar menjual beras ke luar negeri.
"Pengaturannya sudah jelas bahwa ekspor beras hanya melalui satu pintu dengan pola ijin. kalau di luar itu dianggap ilegal dan jelas aparat hukum bisa melakukan tindakan," katanya, di kantor Menko Perekonomian hari ini.
Dia menyatakan kendati harga-harga bahan pokok di dalam negeri mulai merangkak naik, pihaknya berharap tidak ada sekelompok orang yang memanfaatkan kondisi ini untuk bertindak spekulasi mencari keuntungan jangka pendek.
Harga beras sendir, lanjutnya, di dalam negeri memang mengalami kenaiakan meski masih di bawah 10%. Harga bahan pangan utama masyarakat Indonesia ini bahkan sempat turun namun kemudian sedikit naik akibat kenaikan HPP padi.
"Mudah-mudahan tidak mengikuti harga internasional. Intinya kenakan harga pangan itu bukan dialami indonesia saja tapi oleh seluruh negara di dunia. Khusus beras saya rasa yang paling stabil Indonesia."
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengklaim harga beras masih stabil dengan alasan saat ini di dalam negeri sedang masuk musim panen. "Dalam keadaan panen biasanya harga stabil. Barang kan cukup di dalam negeri, jadi kita tidak harus kuatir."
Mari menyatakan pola harga beras dari tahun ke tahun kalau dalam masa panen itu umumnya stabil. Hasil pantauan pemerintah di pasar mengonfirmasi fenomena ini.
"Yang kita pantau selama beberapa minggu ini harganya stabil. Kalau toh dia naik, itu karena HPP. Kita memang menaikkan HPP."
Mendag menyatakan dengan menaikkan HPP diharapkan dapat menyeimbangkan pasokan dan permintaan beras di pasar, di samping untuk membantu Bulog agar dapat melakukan pembelian.
Ardiansyah menambahkan penyebab utama kenakan harga pangan di dunia bukan karena masalah distribusi tapi karena menurunnya pasokan akibat bahan pangan digunakan untuk mengembangkan biofuel.
"Penyebabnya bukan masalah distribusi tapi antara lain diberikannya subsidi insentif oleh AS terhadap penggunaan biofuel membuat serapan pada produk pangan seperti tebu, jagung, kedelai, jadi tinggi." (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Pemprov DKI tetap bela pedagang kecil
- Ekspor kertas Jatim geser tembaga
- Gusmardi resmi Dirjen KPI Depdag
- Pemerintah janji dorong industri kreatif
- Depdag tunjuk 5 surveyor ekspor tambang