Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Selasa, 29/04/2008 16:37 WIB
Ekspor alas kaki Jatim diperkirakan booming
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA: Ekspor produk alas kaki Jatim pada semester pertama 2008 diperkirakan bakal booming menyusul kebijakan sejumlah negara di Eropa yang mengenakan bea masuk lebih tinggi terhadap produk asal China.
Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo Jatim) Sutan R.P Siregar mengatakan beda dengan pasar sepatu didalam negeri yang cenderung lesu karena daya beli masyarakat menurun. Pasar ekspor alas kaki justru membaik.
"Jika tidak ada isyu-isyu sensitif seperti kenaikan harga BBM di dalam negeri, maka ekspor alas kaki Jatim tahun ini bisa tumbuh 20%-an dibanding tahun sebelumnya," ujar Sutan kepada Bisnis di Surabaya.
Tahun lalu kinerja perdagangan luar negeri komoditas itu masih tertekan persaingan dengan produk dari China. Sebagaimana catatan Dinas Perindag Jatim, pertumbuhan volume ekspor sepatu dan alas kaki Jatim pada 2007 hanya sekitar 1,7%.
Bahkan pada 2005 volume ekspor tersebut sempat terun dari 12,6 juta kg pada 2004 menjadi 10,5 juta pada 2006. Sementara total nilai devisanya tercata US$184,8 juta lebih besar sedikit dibanding perolehan 2006 sebanyak US$182,6 juta.
Menurut Sutan kompetisi dengan produk China tidak hanya menyangkut desain tetapi juga harga. Umumya produk alas kaki China di pasar internasional dijual lebih rendah 5% hingga 10% dibanding produk dari Indonesia. Namun belakangan ini perbedaan harga tersebut semakin tipis.
Pasalnya sejumlah negara di kawasan Eropa telah mengenakan bea masuk lebih tinggi terhadap produk dari negeri tirai bambu tersebut. "Ini kesempatan bagi produsen sepatu di dalam negeri untuk menggenjot kinerja ekspornya. Begitu juga peluang bagi UKM untuk merintas pasar ke Eropa," papar Sutan. (dj)
bisnis.com
Berita Lain
- Pemerintah akan tertibkan aturan impor gula kasar
- Pengusaha Guangdong ingin relokasi ke RI
- Target nilai perdagangan RI-Guangdong naik
- RI optimistis raih target perdagangan dengan China
- Daging glonggongan ditemukan di Semarang