Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan


Kamis, 15/05/2008 13:10 WIB

Temu usaha Indonesia-China digelar

oleh : Siti Munawaroh & Yusuf Waluyo Jati


JAKARTA (Bisnis): Pemerintah Indonesia terus berupaya menarik investasi asing dari China yang tahun lalu perdagangan bilateral melebihi target 2008 yakni US$25,01 miliar.

Depperin bekerja sama dengan KBRI di Beijing didukung departemen teknis terkait dan BKPM mengelar temu usaha Indonesia-China, di Jakarta, hari ini.

Dubes RI untuk Republik Rakyat China Sudrajat menyatakan temu usaha merupakan kesempatan emas bagi penarikan investasi RRC ke Indonesia, baik dalam bentuk kerja sama permodalan maupun teknologi.

"Perekonomian RRC tumbuh cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir, GDP terus tumbuh dari 8% di 2002 menjadi 11,4% tahun lalu. Perdagangan luar negeri RRC tahun lalu mencapai US$2,17 triliun atau terbesar ketiga di dunia," katanya.

Khusus di Indonesia, nilai perdagangan China tahun lalu mencapai US$25,01 miliar atau melampaui target yang ditetapkan untuk 2008 yakni US$20 miliar.

Kepala BKPM M Lutfi menyatakan investasi China di Indonesia untuk sektor di luar migas masih sangat kecil. "Di China, saat ini buruh dan kondisi ekonominya sudah mahal sehingga mereka berniat merelokasi investasi ke Indonesia. Kita ingin membawa teknologi untuk memproses nikel dan bauksit dari China, jadi Indonesia tidak lagi menjual bahan baku."

Sedikitnya ada 174 calon investor dari 124 perusahaan dari China yang hadir dalam temu usaha tersebut. Sedangkan delegasi Indonesia diikuti oleh 327 orang terdiri dari asosiasi, pemerintah dan kalangan dunia usaha. Pemerintah telah membentuk gugus tugas untuk memfasilitasi kerja sama investasi dan dagang pengusaha China dan Indonesia. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • 'Umumkan nasib produk susu China 2 hari ke depan'
  • Jatim akan pasok 8 juta liter migor
  • 'Produk China yang ditarik hanya berkode ML'
  • China tak keberatan RI larang impor susu

Komentar

#1 - koment ja

pemerintah harus lebih memperhatikan dunia bisnis dalam negri. beri rangsangan kepada masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja bukan mencari kerja. kalau bisa harus ada upaya dari lembaga terkait untuk menasionalisasikan prusahaan-perusahaan asing yang terlalu banyak diindonesia. biarkan anak negri yang mengendalikan nya

firman wahyu illahi - indonesia @ 19/06/2008 - 17:04 WIB dari 125.163.73.99 (99.subnet125-163-73.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar