Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Selasa, 12/08/2008 19:23 WIB
Pangsa pasar iklan di media cetak naik
oleh : Maria Yuliana Benyamin
JAKARTA: Pangsa pasar iklan yang dipublikasikan melalui media cetak diperkirakan mengalami kenaikan selama semester II/2008 seiring dengan pergeseran pilihan media dari media televisi ke media cetak sebagai tempat beriklan.
Nielsen Advertising Services dari Nielsen Media Research Indonesia telah merilis pertumbuhan belanja iklan selama semester I/2008. Dari data Nielsen, total belanja iklan di media cetak dan televisi selama enam bulan pertama tahun ini tumbuh 24% menjadi Rp19,56 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,8 triliun.
Dari jumlah total belanja iklan itu, televisi berkontribusi sekitar 62%, sementara sisanya disumbang oleh media cetak yang meliputi koran, tabloid, dan majalah sebesar 38%.
Kendati mendominasi belanja iklan, televisi mengalami penurunan pangsa pasar sebesar 4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sempat mencapai 66%. Penurunan pangsa pasar ini disebabkan oleh pergeseran persepsi terhadap media sebagai lahan atau wahana untuk beriklan.
“Terjadi pergeseran media untuk beriklan dari televisi ke media cetak. Dulu orang cenderung menjadikan televisi sebagai media yang paling efektif tetapi sekarang seiring dengan kemampuan pengiklan, orang lebih memilih media cetak untuk beriklan,” ujar Maika Randini, Senior Manager Business Development PT Nielsen Media Research.
Alasannya, lanjut dia, media cetak memberikan gambaran yang lebih mendalam terhadap iklan, ditambah lagi dengan sifat media cetak sendiri yang cenderung bertahan lama. Apalagi biaya untuk beriklan di media cetak jauh lebih murah dan relatif lebih bertahan lama dibandingkan dengan di media televisi. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI