Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Selasa, 12/08/2008 20:09 WIB
Ekspor komoditas diprediksi tumbuh 12%-14%
oleh : Nurbaiti
JAKARTA (bisnis.com): Depdag optimistis ekspor berbagai komoditas tetap mengalami pertumbuhan minimal 12%-14% meskipun harga minyak dunia terus menurun.
Mendag Mari Elka Pangestu mengatakan nilai ekspor komoditas tidak akan mengalami penurunan drastis meskipun harga minyak dunia yang menjadi sektor paling berpengaruh terhadap nilai ekspor mengalami tren penurunan harga yang terus melandai.
"Harga minyak dunia memang sangat mempengaruhi ekspor apapun. Jika harga minyak naik, ekspor akan naik. Begitu sebaliknya," ujar Mendag seusai membuka forum seminar WTO di Jakarta.
Namun tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Menurut dia penurunan ekspor paling tinggi itu memang akan terjadi di sektor kelapa sawit dan turunannya, sedangkan di luar komoditas tersebut tidak akan mengalami penurunan yang signifikan.
Dia mencontohkan komoditas karet mengalami pertumbuhan ekspor yang tinggi hingga 38%. Begitu juga halnya dengan kelapa sawit yang turun dari US$1.100 per ton menjadi US$800 per ton.
Dia menjelaskan Departemen Perdagangan akan terus memfasilitasi faktor-faktor utama yang sangat mempengaruhi nilai ekspor sehingga volumenya akan tetap meningkat tanpa terkendala proses distribusi ataupun produksi. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI