Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Rabu, 13/08/2008 15:57 WIB
Operasi minyak goreng baru terserap 50%
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (bisnis.com): Operasi minyak goreng murah (bersubsidi) di Jatim baru terserap 50% lebih dari target sebanyak 32,4 juta liter karena banyaknya pemerintah kabupaten/kota yang minta penyaluran komoditas itu ditunda setelah pelaksanaan pilkada.
Kabid perdagangan dalam negeri Disperindag Jatim Muhammad Saleh mengatakan secara umum Pemprov Jatim siap menuntaskan penyaluran minyak goreng (migor) murah pada pertengahan 2008. Namun tidak semua pemkab dan pemkob bersedia. Sebaliknya banyak yang minta operasi pasar migor bersubsidi ini ditunda setelah pelaksanaan pilkada di daerah setempat.
Itu sebabnya sampai Juli 2008, penyerapan operasi pasar migor di Jatim baru sekitar 50%-an dari target yang ditetapkan Rp81 miliar atau setara dengan 32,4 juta liter. Pasalnya operasi migor sangat tergantung pada kesediaan daerah.
"Daerah seperti Jombang, Malang, Lumajang dan beberapa daerah yang sedang menghadapi pilkada minta ditunda. Mereka khawatir operasi pasar migor dinilai bermuatan politik," ujar Saleh di Surabaya.
Namun, dia optimis akhir Agustus operasi migor akan tuntas di seluruh kabupaten/kota di Jatim. Sejumlah daerah yang tidak terkait pelaksanaan pilkada sudah gencar melakukan operasi pasar
Kendati harga komoditas itu di pasaran relatif stabil. Sebagaimana dilaporkan harga minyak goreng curah di Jatim rata-rata mencapai Rp12.000 per kg, sementara dalam operasi pasar migor tersebut dijual dengan harga sekitar Rp19.000 per dua liter.
Rencananya operasi migor itu ditujukan kepada 32 juta keluarga miskin di Jatim. Mekanisme realisasinya dilakukan dua cara yakni pertama bekerja sama dengan produsen untuk mengecer secara langsung ke konsumen. "Kami telah menggandeng tujuh produsen dan dua perusahaan yang dilibatkan untuk mengemas migor curah dengan kemasan sederhana."
Cara berikutnya, kata dia, dengan menggelar pasar murah yang diselenggarakan oleh masing-masing pemkab/pemkot. Tiap tahapan operasi migor tersebut, Disperindag Jatim menyiapkan sekitar 5.000 liter hingga 10.000 liter. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI