Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Selasa, 19/08/2008 14:35 WIB
Stok sembako Jatim aman jelang Ramadhan
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (Bisnis.com): Distributor dan produsen sembako di Jatim siap menambah stok hingga 20% untuk mengantipasi lonjakan permintaan selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2008.
Kabid Perdagangan dalam Negeri Disperindag Jatim Achmad Saleh memastikan stok kebutuhan sembako di Jatim menjelang puasa hingga Hari Raya Idul Fitri tahun ini dalam kondisi aman. Pasalnya, kata dia, seluruh instansi terkait, distributor dan produsen pangan di provinsi ini siap mengantipasinya dengan menambah stok.
"Rata-rata produsen gula, terigu, minyak goreng, hewan ternak serta Dinas Pertanian akan menyiapkan tambahan stok minimal 20% dari kebutuhan konsumsi masyarakat Jatim per bulan," ujar Saleh kepada Bisnis di Surabaya, hari ini.
Tim Disperindag, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan stok sembako tersebut, termasuk kemungkinan lonjakan harga. Namun, dia berharap dengan pasokan yang cukup serta lancarnya distribusi kenaikan harga sembako pada puasa dan lebaran tahun ini masih dalam batas toleransi, atau kurang dari 5%.
Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kata dia, peningkatan kebutuhan sembako di Jatim selama puasa dan lebaran hanya berkisar antara 10% hingga 16%. Saat ini rata-rata konsumsi komoditas itu masih relatif aman, artinya belum ada lonjakan permintaan.
Meski hasil laporan Dinas Pertanian Jatim menyebutkan panen pada September diprediksikan bakal minus 14.937 ton, Saleh mengatakan kebutuhan masyarakat masih tertutupi oleh surplus pada Agustus yang sebesar 150.000 ton. Sementara itu, Dolog Jatim menyiapkan tambahan stok yang mencukupi untuk 11 bulan ke depan.
Stok aman juga terlihat pada komoditas gula dan terigu. Sebagaimana dikatahui produksi gula di Jatim tahun ini diperkirakan mencapai 1,2 juta ton. Sampai pada posisi Desember mendatang diperkirakan stoknya masih sebesar 529.545 ton. Sedangkan rata-rata kebutuhannya hanya sekitar 40.000 ton. "Jadi kalaupun ada kenaikan konsumsi sebesar 16% stok gula di Jatim relatif aman," tandas Saleh.
Kondisi serupa juga dilaporkan oleh sejumlah produsen terigu yang saat ini produksinya mencapai 5.500 ton per hari, sedangkan tingkat konsumsinya baru 1.750 ton per hari. Isu pengalihan hari kerja maupun pemadaman listrik telah diantipasi oleh produsen tersebut dengan genset. "Bahkan produsen terigu terbesar seperti PT Bogasari memperkirakan secara nasional harga komoditas itu tidak akan mengalami kenaikan karena ada kesepakatan pemberian diskon," tutur Saleh.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI