Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan


Selasa, 26/08/2008 17:29 WIB

Jateng minta subsidi minyak goreng diperpanjang

oleh : Imung Yuniardi

SEMARANG (Bisnis.com): Pemprov Jateng meminta pemerintah pusat memperpanjang masa penyaluran minyak goreng subsidi hingga Desember 2008 untuk mengantisipasi Natal dan Tahun Baru.

Edison Ambarura, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, mengungkapkan hampir dapat dipastikan jatah subsidi minyak goreng di Jateng tidak akan terserap 100%. ”Batas akhir penyaluran selama enam bulan kan September besok ini, sekarang saja baru terserap 35% atau 10 juta liter. Jadi pasti sisa. Kami minta kebijakan pusat agar sisanya ini bisa terus dilanjutkan hingga Desember,” katanya, hari ini.

Hingga kini, klaim yang telah dicairkan oleh distributor baru mencapai Rp10 miliar dari seharusnya Rp25 miliar. Seperti diketahui, subsidi yang diberikan pemerintah adalah Rp2.500 per liter. Kuota dana subsidi minyak goreng Jateng 2008 mencapai Rp80 miliar atau ekuivalen dengan volume minyak goreng sebesar 32 juta liter. Jumlah tersebut menjadikan Jateng menjadi provinsi yang mempunyai kuota paling besar dari total kuota subsidi secara nasional Rp500 miliar. Besarnya kuota Jateng tersebut antara lain didasarkan pada rendahnya realisasi subsidi minyak goreng pada 2007. Realisasi penyaluran pada 2007 sebesar 700.000 liter atau 43,75% dari total kuota 1,6 juta liter.

"Semua hambatan hasil evaluasi tahun lalu sudah kami upayakan pemecahannya. Tetapi memang faktor di lapangan sulit untuk diprediksi seiring fluktuasi ekonomi yang sangat cepat,” jelasnya.

Ketiadaan anggaran operasional di tingkat kabupaten/kota misalnya, telah mendapat solusi dengan anggaran Rp1,25 miliar dari total Rp25 miliar secara nasional. Alokasi tersebut dibagi rata kepada 35 kabupaten/kota di Jateng, sehingga masing-masing mendapatkan sekitar Rp35,7 juta. Temuan baru terkait kendala penyaluran menurut Edison adalah harga minyak goreng yang belakangan relatif stabil di kisaran Rp7.500-Rp8.000 per liter. ”Aturannya bila sampai dengan September masih sisa, dana subsidi ini dikembalikan ke kantor kas negara. Tapi itu tadi, kami masih minta kebijakan perpanjangan waktu untuk mengakomodir kebutuhan Natal dan Tahun Baru.”(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Dharma Jaya siapkan 6.600 ekor kurban
  • Matahari yakin omset penjualan terlampaui
  • 'Bulog tak monopoli perdagangan gula'
  • RUPSLB BBJ sepakat Edi Susmadi direktur baru

Komentar

Beri Komentar