Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Rabu, 27/08/2008 17:45 WIB
Jateng gelar operasi daging glonggong
oleh : Endot Brilliantono
SEMARANG (bisnis.com): Dinas Peternakan Jateng menjelang puasa dan Lebaran tahun ini mulai melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mengantisipasi peredaran daging sapi glonggong, daging bangkai ayam dan daging ilegal lainnya.
Kepala Disnak Jateng Kusmaningsih mengatakan tingginya kebutuhan daging pada bulan puasa dan Idul Fitri dimanfaatkan oleh pedagang nakal untuk menjual daging ilegal.
"Untuk itu kami bersama polisi, satpol PP dan instansi terkait tingkat kabupaten atau kota melakukan operasi di berbagai daerah," katanya kepada Bisnis hari ini.
Operasi difokuskan pada peredaran daging sapi glonggong, ayam bangkai (mati kemarin atau tiren) serta daging selundupan yang tidak diketahui asal usulnya. Untuk mencegah peredaran daging tersebut pelaksanaan operasi akan dilakukan sejak sedini mungkin agar tidak kecolongan.
Dia menyebutkan selama ini daging glonggong yang beredar di pasar umumnya dipasok dari Kabupaten Boyolali, Wonogiri, Sragen, dan Semarang. Karena itu konsentrasi perhatian Disnak Prov. Jateng ditujukan ke kabupaten tersebut.
"Namun jadwal pastinya akan ditentukan kemudian setelah ada rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait," lanjut Kusmaningsih.
Dia menegaskan jika dalam operasi itu nantinya ditemukan daging glonggong maka penjual dan pelakunya akan dikenai sanksi. Karena itu dalam kegiatan tersebut Disnak mengajak serta petugas keamanan. Meskipun tidak membahayakan kesehatan konsumen dagaing glonggong sangat merugikan karena akan terjadi penyusutan hingga 30%. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI