Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan


Senin, 01/09/2008 11:24 WIB

Jatim usulkan tembakau masuk resi gudang

oleh : Dwi Wahyuni

SURABAYA (Bisnis.com): Provinsi Jawa Timur akan mengusulkan kepada Mendag agar memasukkan komoditas tembakau ke dalam sistem resi gudang, selain gabah dan beras.

Kadisperindag Jatim Cipto Budiono mengatakan selain gabah, kopi dan karet alam, Jawa Timur juga memiliki potensi yang besar di dalam pengembangan tembakau. Bahkan sejumlah daerah seperti Pulau Madura, Kabupaten Bondowoso dan Jember, bisa dikatakan sebagai sentral produksi tembakau.

Harga komoditas itu juga tergolong fluktuatif ketika memasuki musim panen. Di lain pihak, praktik tengkulak masih banyak mendominasi pembelian komoditas tersebut. "Itu sebabnya tembakau layak untuk dimasukkan ke dalam sistem resi gudang bersama dengan delapan komoditas lainnya," ujar Cipto di Surabaya, hari ini.

Menurut dia, penerapan sistem resi gudang untuk tembakau dapat memanfaatkan beberapa gudang tembakau yang kini banyak tersebar di Jatim.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Deddy Saleh mengatakan sistem resi gudang untuk komoditas tembakau itu bisa diajukan ke Menteri Perdagangan, agar memperoleh Surat Keputusan Menteri. Saat ini SK Mendag Nomor 26/M-DAG/PER/6/2007 baru memasukkan delapan komoditas, yakni gabah, beras, jagung, kakao, kopi, lada, rumput laut dan karet alam.

Bappebti, tambahnya, akan terus mendorong pengembangan sistem resi gudang di seluruh daerah tingkat dua sesuai jenis komoditas yang menjadi unggulan di daerah bersangkutan. Saat ini, kata dia, sistem resi gudang di Jatim hanya terdapat di Jombang sebagai pilot project untuk komoditas gabah dan beras.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Dharma Jaya siapkan 6.600 ekor kurban
  • Matahari yakin omset penjualan terlampaui
  • 'Bulog tak monopoli perdagangan gula'
  • RUPSLB BBJ sepakat Edi Susmadi direktur baru

Komentar

Beri Komentar