Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Selasa, 02/09/2008 12:56 WIB
Ekspor nonmigas Jatim naik tipis 0,7%
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (bisnis.com): Prediksi BPS Jawa Timur bahwa kinerja ekspor nonmigas Jatim pada Juli akan membaik terbukti meski total kenaikannya hanya 0,7% dibanding bulan sebelumnya US$1,03 triliun.
Adi Nugroho, Kabid Statistik Distribusi BPS Jatim, mengatakan untuk dapat menopang perekonomian Jatim pada akhir 2008 maka perolehan devisa dari ekspor nonmigas pada semester II/2008 harus terus membaik.
"Pasalnya selama enam bulan pertama kinerja perdagangan luar negeri tersebut cenderung menurun terutama setelah terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak [BBM] pada Mei 2008," ujarnya.
Dia barharap memasuki semester kedua neraca perdaganan luar negeri Jatim akan lebih baik dibanding bulan-bulan sebelumnya mengingat dampak dari kenaikan BBM sudah mulai terpecahkan. Para produsen dan kalangan industri manufaktur sudah melakukan penyesuaian terhadap kenaikan BBM.
Total nilai ekspor nonmigas Provinsi Jatim selama Juli mencapai US$1,07 triliun, naik 0,7% dibanding Juni sebesar US$1,03 triliun. Kenaikan tersebut jauh lebih rendah dibanding peningkatan total impor yang mencapai 4,5% atau naik dari US$975,64 juta pada Juni menjadi US$1,02 triliun pada bulan berikutnya.
Komoditas nonmigas yang memiliki nilai ekpor tertinggi pada Juli adalah tembaga dengan total ekspor US$161,34 juta atau sebesar 15,01% dari total ekspor nonmigas Jatim.
"Komoditi ini pada Mei 2008 menduduki urutan kedua setelah kelompok kertas dan karton, namun pada Juni kembali ke peringkat teratas dan bertahan hingga Juli," ujarnya.
Posisi kedua berasal dari kelompok barang kertas/karton yakni mencapai US$102,2 juta atau 9,5% dari seluruh ekspor nonmigas provinsi itu. Sementara posisi ketiga adalah kelompok bahan kimia.
Untuk negara tujuan ekspor nonmigas terbesar periode Juli 2008 adalah Jepang yakni sebanyak US$179,2 juta dengan total volume sebanyak 67,3 juta kg. Posisi kedua diduduki Amerika Serikat dengan nilai ekspor US$130,2 juta. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI