Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan


Selasa, 02/09/2008 18:51 WIB

Pemprov Jateng batasi dana promosi perdagangan

oleh : Imung Yuniardi

SEMARANG (Bisnis.com): Pemprov Jateng akan membatasi bantuan dana promosi perdagangan khususnya pameran di luar negeri dan akan mendorong para pengusaha untuk mengikutinya secara mandiri.

"Kami akan tetap memfasilitasi para pengusaha termasuk UKM dengan menyuplai informasi mengenai pameran perdagangan, misalnya kapan, siapa saja buyer yang akan datang dan sebagainya," kata Banudojo Hastjarjo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, hari ini.

Banu menjelaskan kebijakan tersebut bukan berarti pemprov lepas tangan terhadap perkembangan UKM. Sekarang ini, tuturnya, merupakan waktu yang tepat untuk lebih mempercayai para pengusaha, di samping bantuan yang diberikan terus menerus justru akan menimbulkan ketergantungan.

"Para pengusaha sebenarnya malah jauh lebih paham situasi pameran perdagangan di luar negeri. Mana yang menguntungkan, mana yang sepi pengunjung. Mereka sebenarnya mampu,” paparnya.

Terkait nilai ekspor nonmigas Jateng, Banu mengungkapkan pihaknya optimistis karena kenaikan tiap bulan masih di kisaran target, yaitu 8%-9%. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor nonmigas Jateng pada Mei 2008 naik 7,18% dibandingkan dengan April yaitu dari US$283,54 juta menjadi US$303,91 juta. Namun, bila dibandingkan dengan periode Januari-Mei tahun lalu, secara kumulatif ekspor 2008 mengalami penurunan 2,31% dari US$1.475,67 juta menjadi US$1.441,54 juta.

Banu mengakui eskalasi nilai ekspor nonmigas tiap bulan pasca melonjaknya harga minyak dunia lebih disebabkan kenaikan harga komoditas. "Harga jual komoditinya memang naik sehingga otomatis nilai keseluruhan ikut naik. Sementara volumenya masih relatif tidak bertambah," ujarnya.

Prioritas Pemprov Jateng ke depan, menurut dia, lebih mendorong industri padat karya yang berorientasi ekspor, Seperti garmen.

Ihwan Sudrajat, Kepala Biro Perekonomian Daerah Pemprov Jateng, mengungkapkan pihaknya memprediksi kinerja ekspor nonmigas Jateng potensial turun dengan melihat struktur ekspor saat ini. "Sebenarnya yang lebih menentukan adalah kebijakan fiskal, yaitu seberapa banyak insentif fiskal yang diberikan pemerintah kepada pengusaha yang orientasinya ekspor,” tuturnya.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Penyaluran minyak goreng curah akan diganti
  • 'Cermati klaim asuransi TKI di luar negeri'
  • Aprisindo minta BC beri kemudahaan impor
  • Dharma Jaya siapkan 6.600 ekor kurban

Komentar

Beri Komentar