Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Selasa, 02/09/2008 19:59 WIB
Disperindag ikut picu kenaikan harga sembako
oleh : Nurudin Abdullah
JAKARTA (bisnis.Com): Kadin Jaya menilai Disperindag DKI ikut andil memicu kenaikan harga sembako di Jakarta menjelang puasa hingga hari Lebaran sehingga memberatkan masyarakat.
Kenaikan harga sembako mendapat toleransi dari Desperindag DKI paling tinggi 10% kemudian diperkuat dengan pernyataan pemerintah pusat yang menganggap wajar terjadi kenaikan harga komoditas itu 5%-10%.
Wakil Ketua Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Usaha Kecil dan Menengah Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta (Kadin Jaya) Thamrin Pulungan mengatakan kenaikan harga sembako semakin memperberat beban hidup masyarakat yang sudah terpukul oleh kenaikan harga BBM dan gas elpiji dengan segala dampak ikutannya.
"Maka sangat tidak tepat jika Disperindag dan pemerintah pusat metolelir kenaikan harga sembako hingga mencapai 10%, di saat beban hidup masyarakat semakin berat dan secara umum daya beli konsumen lemah," katanya di Jakarta hari ini.
Sebelumnya Kepala Disperindag DKI Jakarta Nurrachman mengatakan kenaikan sembako di Jakarta tidak akan lebih dari 10% dari harga normal karena stoknya masih terpenuhi selama 40 hari kedepan. Stok beras di Jakarta mencapai 28.500 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan 40 hari kedepan, stok daging mencapai 7.000 ton untuk 48 hari ke depan, dan stok ayam sebanyak 750.000 ekor.
"Stok itu terus bertambah dengan adanya kiriman dari daerah ke Jakarta setiap harinya. Jika kenaikan harga sembako melebihi batas ambang itu 10% maka Disperindag akan segera melakukan operasi pasar di pasar-pasar tradisional," katanya.
Thamrin mengatakan Disperidag DKI harus menjamin pasokan sembako benar-benar cukup dan distribusinya lancar ke semua pasar guna mencegah terjadi lonjakan harga secara tidak terkendali. Termasuk melakukan upaya sosialisasi secara terus menerus mengenai jaminan ketersediaan pasokan sembako agar masyarakat tidak merasa khawatir kehabisan dengan melakukan pembelian dalam jumlah banyak. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI