Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Rabu, 03/09/2008 18:49 WIB
Daging glonggongan ditemukan di Semarang
oleh : Endot Brilliantono
SEMARANG (bisnis.com): Dinas Pertanian Kota Semarang menemukan sedikitnya 25 kg daging sapi glonggongan di Pasar Gayamsari, Pedurungan, menyusul operasi pencegahan masuknya daging tersebut ke pasaran.
Kasi Kesehatan Hewan, Dispertan Kota Semarang, Totok Sutanto mengatakan Semarang selama ini menjadi sasaran pemasaran daging glonggong.
"Karena itu Dinas Pertanian memperketat peredaran daging sapi di wilayahnya melalui operasi dadakan di pasar-pasaran" katanya kepada Bisnis hari ini.
Menurut dia, suasana puasa dan Lebaran seperti ini sering dimanfaatkan oleh orang yang ingin memperoleh keuntungan besar dengan cara ilegal. Salah satunya dengan meninggikan timbangan berat daging sapi dengan memasukkan air dalam jumlah besar ke tubuh sapi.
Karena itu, lanjut Totok, pihaknya terus akan melakukan operasi pemberantasan peredaran daging glonggong sampai hilang dari pasaran di Semarang. "Pokoknya terus berlanjut sampai daging dari Boyolali itu kering."
Meskipun sampai saat ini belum ada indikasi daging tersebut bisa menimbulkan penyakit, tapi dari berat timbangan sangat merugikan konsumen. Daging sapi glonggongan setelah direbus beratnya akan menyusut 30% lebih.
Pemkot Semarang belum lama ini berhasil menyita dua kuintal daging sapi glonggongan yang beredar di sejumlah pasar tradisional kota ini. Daging sapi yang dipastikan sebagai daging sapi glonggongan dari pedagang di pasar Johar dan Wonodri.
"Memasuki Ramadan kali ini kami telah menemukan dan mengamankan sebanyak dua kuintal daging sapi gelonggongan beserta pedagangnya dari pasar Johar dan Wonodri," ujarnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI