Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Kamis, 04/09/2008 15:10 WIB
Pengusaha Guangdong ingin relokasi ke RI
oleh : Tri D. Pamenan & Ratna Ariyanti
JAKARTA (bisnis): Sejumlah pengusaha pakaian jadi dan elektronik di Provinsi Guangdong, China, berniat untuk memindahkan basis produksi ke Indonesia.
Langkah itu diambil menyusul kenaikan biaya tenaga kerja di China, pembatasan ekspor produk dari negara itu ke pasar Eropa dan Amerika Serikat serta peningkatan nilai tukar yuan terhadap dolar AS.
Mendag Mari Elka Pangestu mengatakan Indonesia menawarkan iklim investasi yang kian membaik dan serangkaian reformasi kebijakan yang tengah dijalankan untuk menarik minat para investor dari Provinsi Guangdong.
Menurut dia, perbaikan pelayanan di pelabuhan dan pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah juga merupakan daya tarik lainnya yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi rencana relokasi tersebut.
"Kita punya sumber daya manusia, tenaga kerja yang banyak dan muda kalau dilihat dari demografi kita menguntungkan. Kalau di China lebih banyak orang yang tua. Sebanyak 50% dari penduduk kita (berusia) kurang dari 29 tahun," ujar Mari.
Dia berbicara seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menerima Sekretaris Partai Komunis Republik Rakyat China sekaligus anggota Politbiro Komite Sentral untuk Provinsi Guangdong Wang Yang.
Implementasi pakta China-Asean Free Trade Area juga ikut mendorong rencana perpindahan basis produksi ke Indonesia. Minat ini disambut positif oleh pemprov Jateng dan Jatim. Sejumlah pengusaha dari Provinsi Guangdong telah berkunjung ke beberapa wilayah di kedua provinsi.
Mari mengatakan delegasi promosi investasi yang dipimpin oleh Ketua BKPM M. Lutfie dijadwalkan berkunjung ke Guangdong akhir bulan ini. Upaya menarik investor juga akan dilanjutkan dengan kunjungan Mari pada Oktober. Target nilai perdagangan Indonesia dengan Provinsi Guangdong pada Oktober 2008 hingga 2013 yang semula dipatok US$5,1 miliar dinaikkan menjadi US$10 miliar. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI