Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan


Selasa, 23/09/2008 19:13 WIB

Program penyehatan PDAM disusun 2 bulan

oleh : John Andhi Oktaveri


JAKARTA (bisnis.com): Wapres Jusuf Kalla memberikan tenggat waktu dua bulan kepada Departemen Pekerjaan Umum untuk menyusun program penyehatan PDAM guna memenuhi target 10 juta sambungan air bersih untuk rumah tangga dalam tiga sampai lima tahun.

"Kami semua diberi waktu selama paling lama dua bulan harus sudah membuat perencanaan kerja, kapan restrukturisasi selesai, kapan proposal selesai dan persiapan teknologi sehingga tahun 2009 awal program ini sudah jalan," ujar Menteri PU Joko Kirmanto hari ini.

Sebelumnya Joko yang didampingi Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono mengikuti rapat soal pengadaan air bersih yang dimpimpin oleh Wapres Jusuf Kalla.

Menurut Joko, rapat tersebut menyimpulakn bahwa air adalah kebutuhan pokok masyarakat sehingga pemenuhan 10 juta sambungan rumah tangga tersebut sudah sangat mendesak. Saat ini total jumlah sambungan air perpipaan di Indonesia baru 7,1 juta, meski PDAM telah beroperasi lebih dari 30 tahun.

Joko menyebutkan program penyehatan PDAM akan dilakukan pemerintah melalui restrukturisasi utang yang diberlakukan untuk bunga pinjaman, denda pinjaman, commitment fee, dan biaya administrasi. Sementara untuk utang pokoknya akan dijadwal ulang waktu pengembaliannya selama 100 tahun.

Setelah direstrukturisasi, ujar dia, seluruh PDAM diminta untuk melakukan investasi sebesar utang yang dihapuskan selain melakukan penyesuaian tarif secara wajar dan menurunkan tingkat kebocoran.

Pada kesempatan itu Joko juga memaparkan saat ini dari 335 PDAM yang beroperasi di seluruh Indonesia hanya sekitar 30% yang sehat atau sejumlah 80 perusahaan. Selain kategori sehat, sekitar 200 perusahaan tergolong kurang sehat dan beberapa di antaranya tergolong sakit. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Dharma Jaya siapkan 6.600 ekor kurban
  • Matahari yakin omset penjualan terlampaui
  • 'Bulog tak monopoli perdagangan gula'
  • RUPSLB BBJ sepakat Edi Susmadi direktur baru

Komentar

Beri Komentar