Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Rabu, 24/09/2008 13:22 WIB
China tak keberatan RI larang impor susu
oleh : Antara
BEIJING (Antara): Pemerintah China tidak permasalahkan keputusan Indonesia yang melarang impor susu dan produk asal China terkait skandal tercemarnya susu bubuk formula yang membahayakan kesehatan.
"Keputusan pemerintah Indonesia melarang masuknya dan beredarnya susu impor asal China adalah suatu tindakan wajar dan pemerintah China tidak mempermasalahkan sikap tersebut," kata Dubes RI untuk China Sudrajat di Beijing, Rabu.
Pemerintah Indonesia melalui Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib, sebelum rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa kemarin mengatakan pemerintah untuk sementara melarang impor susu dan produk susu dari China guna melindungi masyarakat dari kemungkinan mengonsumsi susu terkontaminasi melamine yang ditemukan di negara itu.
Sudrajat mengatakan tindakan yang diambil pemerintah Indonesia melarang sementara impor susu dan produknya dari China sudah tepat dan wajar dalam upaya melindungi konsumen dari hal yang tidak diinginkan.
Menurutnya, kekhawatiran pemerintah Indonesia terhadap kejadian yang menyebabkan ribuan bayi keracunan pascamengonsumsi susu sehingga harus melarang sementara impor, juga telah dilakukan oleh sejumlah negara di kawasan ASEAN dan lainnya.
"Adanya larangan impor sementara itu adalah kejadian wajar dan merupakan reaksi pasar dengan adanya kasus keracunan yang dialami ribuan bayi dan bahkan ada yang meninggal," kata Sudrajat.
Pemerintah China sendiri juga telah melakukan langkah cepat untuk mencegah kian meluasnya peredaran susu terkontaminasi, tidak saja di pasar lokal tapi juga ekspor.
Berbagai langkah preventif seperti penarikan produk yang telah beredar di pasaran juga menghentikan sementara produk susu di pabrik, telah diinstruksikan dan dilakukan oleh pihak berwenang negara itu.
Keseriusan pemerintah menangani masalah ini, katanya, a.l. terlihat dari mundurnya Kepala Badan Pengawas Kualitas, Pemeriksaan dan Karantina (AQSIQ) China Li Changjiang yang pada Senin sore 23 September setelah sebelumnya sejumlah pejabat di Shijiazhuang, ibukota Provinsi Hebei, China utara, tempat pabrik susu Grup Sanlu berlokasi.
"Langkah pemberhentian dua pejabat tinggi China itu yang juga diikuti sejumlah inspektur di daerah dan pusat terkait kasus itu, menunjukkan China tidak main-main dalam menangani masalah itu," katanya.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI