Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Rabu, 24/09/2008 15:18 WIB
Jatim akan pasok 8 juta liter migor
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (bisnis.com): Selama sepekan menjelang Lebaran, Disperindag Jatim akan memasok minyak goreng (migor) bersubsidi sebanyak 8 juta liter dengan harga sekitar Rp6.500 per liter.
Operasi pasar migor tersebut dilakukan sebagai antisipasi terjadinya lonjakan kobutuhan masyarakat terhadap komoditas bersangkutan. Diperkirakan penggelontoran migor ini akan dapat mencukupi kebutuhan selama 9-10 hari ke depan.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim Achmad Saleh mengatakan harga migor diprediksikan cenderung merangkak kembali. Selain karena kebutuhan konsumen yang meningkat menjelang Idulfitri juga karena mengikuti perkembangan harga CPO (crude palm oil) dunia.
Guna menekan agar kenaikan komoditas tersebut di tingkat pasaran dalam negeri tidak terlalu tajam, pemerintah kembali menggelontorkan migor muran atau bersubsidi.
Di Jatim, tandasnya, dalam sepekan menjelang Lebaran akan menyiapkan 8 juta liter migor bersubsidi untuk didistribusikan secara bertahap lewat kegiatan pasar murah. Dengan harapan migor subsidi seharga Rp6.500 per liter ini akan mendorong harga komiditas tersebut di pasar tradisional kembli stabil.
Secara normal tingkat kebutuhan migor di Jatim itu rata-rata mencapai 22.650 ton per bulan. Jika dibandingkan dengan hasil produksi industri migor di kawasan ini terjadi surplus yang cukup besar karena total produksi dari 11 produsen migor di Jatim sebanyak 65.000 ton per bulan.
"Jadi di atas kertas seharusnya pasok migor di Provinsi Jatim mencukupi sekalipun pada Lebaran nanti akan terjadi lonjakan permintaan," ujar Saleh di Surabaya.
Menurut dia, selama 2008 Jatim mendapatkan alokasi pendistribusian migor dengan subsidi Rp2.500 per liter sebanyak 32,4 juta liter atau setara Rp81 miliar. Sampai akhir Agustus komoditas yang sudah tersalur mencapai 8,06 juta liter.
Dari hasil pantauan Disperindag terhadap perkembangan harga sembako di sejumlah pasar di Jatim terungkap bahwa sampai H-7 harga sembako di sejumlah pasar tradisional relatif stabil . Artinya, menurut Saleh fluktuasi harga yang terjadi sejak awal Ramdhan masih dibawah batas normal yakni kurang dari 10%.
"Sejauh ini belum ada rencana untuk melakukan operasi pasar terhadap sejumlah komoditas sembako, apalagi dari segi pasokan dan tingkat kebutuhan masyarakat masih tergolong mencukupi," paparnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI