Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan


Selasa, 30/09/2008 11:48 WIB

Hubungan dagang RI-China tak terganggu melamin

oleh : Antara

BEIJING (Antara): Hubungan perdagangan Indonesia dengan China sejauh ini terganggu terkait maraknya skandal susu terkontaminasi melamin yang membuat Indonesia melarang peredaran dan impor produk itu dari China.

"Sejauh ini tidak ada gangguan atau masalah yang berarti. Mudah-mudahan masalah itu tidak
berkembang menjadi masalah yang bisa ganggu hubungan dagang kedua negara," kata Atase Perdagangan RI di Beijing Imbang Listiyadi, di Beijing, Selasa.

Menurutnya, pihaknya sampai kini tidak menerima keluhan atau sanggahan dari pihak China
terkait penolakan produk susu di pasar Indonesia, karena memang skandal itu memang
sepenuhnya merupakan kesalahan mereka.

Adanya kasus ini, kata Imbang, diharapkan pula tidak merembet ke persoalan produk lain
sehingga hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara tetap bisa berjalan baik seperti
saat ini.

Dia berharap agar masalah itu bisa segera diselesaikan di internal China dan tampaknya
masalah itu bisa segera diselesaikan jika melihat keseriusan pemerintah setempat menangani masalah itu.

"Pemerintah setempat sudah sangat serius menangani masalah kontaminasi melamin
dan dari berbagai laporan atau berita yang ada, berbagai upaya optimal sudah dan
terus akan dilakukan," kata Imbang.

Dia juga optimistis bahwa masalah itu akan segera bisa diselesaikan sehingga tidak
meninggalkan masalah berlarut-larut yang justru bisa merusak kepercayaan konsumen lokal
dan asing terhadap produk susu China.

Administrasi Umum Pengawas Kualitas, Inspeksi dan Karantina (AQSIQ) China sebelumnya yang selama dua minggu terakhir melakukan pengawasan tidak lagi menemukan susu dan yogurt terkontaminasi melamin.

AQSIQ, menurut Xinhua, mulai melakukan pengawasan sejak 14 September terhadap 296 kotak minyak cair dan yogurt yang diproduksi 47 perusahaan, termasuk Yili, Mengniu, Guangming dan beberapa perusahaan lainnya, yang diproduksi di sejumlah wilayah China.
Hasilnya tidak ditemukan melamin.

Pihak berwenang terhadap kualitas makanan itu sejak 18 September 2008 juga melakukan
pengawasan susu di sejumlah pusat belanja di seluruh wilayah untuk memantau adanya
daftar petunjuk aman terhadap produk susu yang dihasilkan produsen, dan meletakkan
kata "SAFE" pada produknya.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Penyaluran minyak goreng curah akan diganti
  • 'Cermati klaim asuransi TKI di luar negeri'
  • Aprisindo minta BC beri kemudahaan impor
  • Dharma Jaya siapkan 6.600 ekor kurban

Komentar

Beri Komentar